Di Tangan Winarto Sampah Disulap Jadi Pundi-Pundi Rupiah

ilustrasi

ilustrasi

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Sampah atau limbah tidak selalu menimbulkan masalah. Di tangan Winarto, sampah disulap jadi pundi pundi Rupiah yang nilainya tidak sedikit. Winarto adalah seorang perajin ekonomi kreatif asal Sumber Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Dia mampu menciptakan berbagai jenis cendera mata dari bahan limbah kayu furniture yang bernilai jual tinggi.

Warga Sumber Jambalan RT 04 RW 16 Banjarsari Solo ini mengatakan ide mengolah limbah kayu muncul sejak 2010 dengan memanfaatkan limbah kayu mahoni dari perusahaan furniture untuk dibuat gantungan kunci dan cendera mata pernikahan. “Saya membuat limbah kayu itu menjadi cendera mata untuk gantungan kunci seperti miniatur mobil VW, helikopter, Vespa, dan becak,” kata Winarto .

Menurut Winarto, dirinya pertama coba-coba dengan membuat ide kreatifnya tersebut dalam bentuk miniatur untuk gantungan kunci, dan ternyata banyak peminatnya dari berbagai daerah, sehingga dia membuat secara massal untuk melayani pembeli.

Untuk membuat miniatur, limbah kayu mahoni dari perusahaan mebel dipotong-potong kecil sesuai ukuran, kemudian baru dibentuk miniatur yang dikehendaki seperti bodi mobil atau motor dan kemudian roda. Barang cendera mata tersebut kemudian dicat pelitur sesuai warna aslinya, sehingga sangat bagus dan mempunyai nilai jual yang tinggi dan banyak diminati masyarakat.

Winarto mengatakan pihaknya mampu membuat berbagai jenis cendera mata tersebut rata-rata mencapai 4.000 buah per bulan. Pesanan selain datang dari Solo, juga datang dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. “Barang ide kreatif itu, biasanya sebagai cendera mata dan kenang-kenangan tanda terima pada pesta perkawinan,” katanya.

Menurut dia, pada bulan-bukan menjelang Lebaran seperti sekarang ini, banyak pesanan berdatangan dan rata-rata mencapai 15.000 buah per bulan. “Jumlah pesanan ini, bisa empat kali lipat dibandingkan dengan pesanan pada hari-hari biasa. Saya menjual eceran rata-rata hanya Rp 6.000 per buah,” katanya.

Namun, kata dia, jika belinya atau pesanannya dengan partai besar harga bisa berkurang dari Rp 6.000 per biji sesuai kesepakatan. Jika dihitung, selama bulan Ramadan kali ini, Winarto bisa mengantongi Rp 90 juta dengan jumlah pesanan mencapai 15.000.

Winarto mengatakan dengan ide kreatifnya tersebut hasilnya dapat sebagai penghasilan utama keluarganya dan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

(idr/uil)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*