Dibangun Tahun Depan, Desa Katiet Dijadikan Kawasan Wisata Terintegrasi

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan Ketua Bappeda Mentawao Naslindo Sirait saat berkunjung ke Desa Wisata Katiet (foto.dok)

    Padang-today.com – Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai menginisiasi pengembangan desa wisata katiet yang terintegrasi.

   Hal ini terungkap saat FGD yang diselenggarakan Bappeda yang di ikuti Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabggalet bersama jajaran OPD pemkab Mentawai  dan masyarakat katiet  pada hari Kamis (17/8).

  Kepala Bappeda Mentawai.Naslindo Sirait  menjelaskan Program ini bagian dari program pengembangan destinasi wisata katiet, dimana Katiet  terkenal dengan wisata bahari surfing terbaik dunia menjadi wisata andalan Mentawai untuk menyongsong pelaksanaan kompetisi surfing tingkat dunia.

   “Kawasan ini selama ini belum tertata dengan baik,adanya homestay dan akomodasi di Katiet juga masih banyak dikelola oleh pihak asing sementara masyarakat setempat belum banyak terlibat.semebtara kunjungan wisata dari manca negara di desa ini cukup besar,”kata dia.

   Karena itu pemerintah daerah akan mendorong kawasan ini akan di kelola oleh masyarakat sendiri, kita akan kembangkan dengan tiga zona yakni zona inti,zona pendukung dan zona pengembangan di kawasan sekitar 200 hektar lahan tidak akan beralih ke pemilikan ke pihak luar atau investor tapi tetap milik masyarakat.

   “Hanya akan diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga kawasannya akan terlihat apik dan nyaman memenuhi standar pariwisata,”pungkas Naslindo.

  Naslindo menambahkan, nantinya homestay akan kita bangun dan menjadi milik masyarakat dan dikelola oleh masyarakat itu sendiri,kita juga akan siapkan pasar seni, panggung pertunjukan,cafe dan restoran dan sport area serta ruang terbuka hijau  dan ruang bermain untuk anak dan keluarga

   Naslindo menyatakan kawasan ini memang kental dengan surfing dan fisihing tapi kita akan tambah dengan atraksi lain seperti eksperien wisatawan dengan masyarakat untuk melihat kehidupan sehari  hari masyarakat misalnya membuat sagu sekaligus menata kebun sagu jadi objek ekoturism, taman anggrek, taman buah buahan serta kebun manggrove,di samping itu akan kita sediakan lapangan volley pantai dan lapangan sepak bola untuk mendorong sport tourism. Tahun ini kita akan bangun homestay dan restoran, tahun depan akan kita resmikan.

   “Semoga dengan konsep desa wisata ini kunjungan wisatawan akan meningkat dan pendapatan masyarakat akan meningkat serta budaya dan lingkungan akan terjaga,”ujar Naslindo.(*rel/dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas