Diduga Gelapkan Sapi, Ketua Kelompok Dilaporkan

Pariaman,PADANGTODAY.COM – Bantuan ternak sapi masuk dalam kubangan yang salah, ketua kelompok yang mengelola sapi tersebut di laporkan oleh anggotanya ke pihak yang berwajib diduga telah menggelapkan dua ekor sapi bantuan Pemerintah.
Tigirman Ketua Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan, Korong Koto Hilalang Utara, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman, dilaporkan oleh anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan ke Polres Pariaman, Sabtu 27-03-2016

Advertisements

Tigirman diduga telah menggelapkan dua ekor sapi bantuan yang diterima oleh Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan dari Pemkab Padang Pariaman pada tahun 2014 lalu.
Laporan tersebut diterima oleh Aiptu. Ramli dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/35/B/II/2016/SPKT/Polres tertanggal 27 Februari 2016.

Menurut pelapor yang juga sekretaris Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan, Sudirman. M, mengatakan, pada tahun 2014 lalu, Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan mendapat bantuan dua ekor sapi ternak untuk anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan.

“Pada tahun 2015, tanpa sepengetahuan kami anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan, dua ekor sapi bantuan tersebut telah dijual oleh Tigirman. Setelah kami pertanyakan pada Tigirman, ia mengatakan kalau sapi tersebut sudah dijual. Kalau anggota kelompok tani tidak senang, Tigirman menyuruh kami untuk melapor ke polisi,” terang Sudirman.

Sudirman menambahkan, sudah lebih dari separuh anggota kelompok tani yang mempertanyakan keberadaan dua ekor sapi tersebut, termasuk sekretaris, bendahara dan sepuluh orang orang anggota. Malah Tigirman mengatakan, kalau anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan tidak tahu jalan untuk melaporkan dirinya ke polisi, ia akan memberi tahu. Tigirman menunjuk arah Barat ke Kapolsek Kampung Dalam, arah ke Selatan ke Polres Pariaman dan arah ke Timur ke Polda Sumbar.

“Kami punya hak untuk mempertanyakan hal itu karena dua ekor sapi tersebut juga milik anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan, bukan milik pribadi Tigirman. Tapi ia malah menyuruh kami membuat laporan pada pihak berwajib, seakan-akan Tigirman kebal hukum,” tambah Sudirman.

Sudirman bersama anggota kelompok tani yang lainnya berharap agar pihak Kepolisian Resor Pariaman mengusut tuntas kasus yang telah merugikan anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan karena sampai saat ini belum ada dari anggota kelompok tani yang dipanggil sebagai saksi untuk mengungkap kasus penggelapan tersebut.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP. Hidup Mulia membenarkan sudah ada masuk laporan dari sekretaris, bendahara dan separuh dari anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan. Laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Saat ini masih dalam tahap pemanggilan saksi, sudah lima orang saksi yang sudah dipanggil namun terlapor belum sendiri belum kita minta keterangan dan jika terbukti, Tigirman alias Tigin terkena pasal 372 dan 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Hidup Mulia. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*