Diduga Lakukan Penipuan, Polisi Amankan Pria Prubaya

dukun-palsuTANAHDATAR,PADANGTODAY.COM- Polres Tanah Datar mengamankan J (50th) warga Payakumbuh, karena diduga melakukan penipuang dengan modus penggandaan uang.
J dimankan, setelah korbannya melapor kepada pihak berwajib dengan nomor LP/15/k/I/2015/SPKT tanggal 20 januari 2015.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka pada Kamis 22/01 dikomplek tersebut dengan SP kap/07/I/2015/reskrim tanggal 22 Januari 2015 sekira pukul 18.00 WIB,” ungkap Kapolres Tanahdatar AKBP Nina Febri Linda melalui Kasat Reskrim AKP Wahyudi, Jumat (23/01)di Mapolres Tanahdatar.

J diduga melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang sehingga korban menderita krugian senilai Rp200 juta, korban bernama H.Nasar (62 th) warga Batusangkar.

“Pada Bulan Desember 2013 tersangka yang mengaku berprofesi sebagai Dukun mendatangi rumah korban dan mengatakan di rumah korban terpendam harta karun yang jumlahnya ratusan miliar rupiah,”ujar AKP Wahyudi.

Diduga korban dihipnotis sehingga percaya saja dengan keterangan J dan menyediakan peralatan dan memenuhi syarat-syarat untuk menarik harta karun tersebut .

Dengan meyakinkan korban bahwa J mampu menarik harta tersebut dengan ilmunya dan meminta korban menyediakan kotak beserta kain putih pembungkusnya, agar kotak tersebut nantinya akan berisi uang.

Untuk mewujudkan aksi gaib penarikan uang ini H Nasar diminta oleh tersangka untuk menyediakan uang untuk membeli minyak arab yang berfungsi sebagai syarat memanggil harta karun yang berada di sekitar rumahnya dan syarat-syarat lainnya sekaligus kebutuhan tersangka selama proses tersebut, setelah dijumlah oleh korban kerugiannya mencapai Rp200.000,-. Setelah menunggu lebih setahun lamanya, korban baru menyadari bahwa ia telah tertipu.

“Setelah menyadari bahwasanya korban telah tertipu, ia langsung melaporkan J ke Mapolres Tanahdatar, dan saat ini J telah diamankan di Mapolres beserta barang buktinya berupa 1 buah keris ,2 botol minyak Arab,4 buah kotak yang akan berisi uang sebanyak Rp200 miliar ,1 buah kitab Stanbul,1unit HP dan 1lembar cek bodong buatan sendiri senilai Rp4,7 miliar.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan dan pengembangan, tersangka akan kita jerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,“ tegas Wahyudi (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*