Pertemuan Bidan Sukarela Berbuntut Panjang

Advertisements

Padang-today.com – Aktifitas Ikatan Bidan Indonesia cabang Padang Pariaman tentang Sosialisasi Perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR) dimasa Covid-19 melibatkan bidan sukarela yang di gelar pada hari Selasa 03 November 2020 berbuntut panjang.

Terkait hal itu, Bawaslu Padang Pariaman bentuk Tim Penelusuran Informasi dalam kegiatan yang di gelar oleh IBI itu adanya indikasi dalam kegiatan tersebut menjanjikan bidan desa untuk dijadikan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Padang Pariaman, Jusmanidar menyebutkan kegiatan itu salah satu bentuk kegiatan rutin yang dilakukan oleh IBI Padang Pariaman, kegiatan kali ini terkait dengan STR bidan sukarela dan mebahas Teknis Kartu Tanda Anggota secara online.

“ Namun dalah hal ini, dirinya sebagai terlapor diduga melakukan pelanggaran dalam pilkada di daerah itu, sehingga dirinya merasa dirugikan, padahal saya sudah pensiun dan bukan ASN,” kata Jusmanidar. Rabu (18/11) di Parit Mallintang.

Yusneli Erza wakil ketua IBI Padang Pariaman membantah adanya dugaan kegiatan sosialisasi pasangan calon nomor urut 1 pada kegiatan tersebut. Apalagi menjanjikan bidan sukarela itu dijadikan ASN pada tahun 2022.

“ Dugaan yang dilakukan kepada IBI, itu tidak lah benar. Dan saya selaku istri dari Rahmang yang mencalon sebagai Wakil Bupati Padang Pariaman berpasangan dengan Suhatri Bur tidak ada melakukan kampanye maupun  mensosialisasikan program calon pasangan Suhatri Bur-Rahmang itu,” kata dia.

Pada acara tersebut, kata dia, dirinya memberikan dukukngan dan arahan kepada bidan sukarela itu, dan akan memfasilitasi bidan sukarela untuk kelengkapan administrasi ke anggotaanya.

“Karena mereka mereka itu bidan sukarela ada berada dibawah wadah IBI tersebut sudah sepatutnya pengurus dan senior senior bidan dapat memperjuangkan mereka, dan saya secara pribadi tidak pernah mengintervensi bidan sukarela itu untuk memenangkan paslon nomor urut 1 ” kata dia.

Sementara ketua Badan Pengawas Pemilu Padang Pariaman, Anton Ishak menyebutkan adanya informasi terkait bahwa istri calon wakil bupati dari paslon nomor urut 1 mengadakan kegiatan menjanjikan bidan desa untuk menjadikan ASN pada tahun 2022.

“ Dengan adanya informassi itu, pihaknya langsung membentuk tim penelusuran informasi awal guna mengumpulkan bahan-bahan dan saksi-saksi untuk dapat dijadikan bukti pelanggaran pemilu,” kata Anton.

Hingga saat ini, pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap undagan dan saksi-saksi yang hadir pada acara tersebut untuk diminta keterengan lebih lanjut. Dari hasil penelusuran itu, bahwa ketua IBI tersebut telah pensiun dari ASN.

“ ketua IBI yang telah kami lakukan penelusuran oleh tim kami, bahwa ketua IBI itu telah pensiun,” kata dia.

Selain itu, pihaknya telah melakukan penelusuran kepada beberapa bidan-bidan sukarela yang hadir pada saat acara digelar itu. Dari hasil penelusuran itu Kalau ada ditemukan pelanggaran pemilu akan diproses melalui registrasi ke pihak Gakumdu.

Ia menghimbau bagi ASN yang ikut sebagai tim pemenangan atau ikut aktif dari paslon Pilkada agar dapat melepaskan ASN nya dulu. Artimya, harus cuti dari ASN.

Ia mengatakan, demi menjaga netralitas dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak ini, istri atau suami berstatus Pegawai Negeri Sipil yang berpasangan menjadi Paslon kepala daerah segera mengambil cuti di luar tanggungan negara. (Syafrial Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*