Didukung Iklim, Peternak Sapi Perah Optimis Hadapi MEA

Wako tinjau rearing unitPadangpanjang, Padangtoday—Merupakan satu-satunya yang ditunjuk melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian sebagai daerah pengembangan di luar Jawa guna mendorong program swasembada susu, peternak susu sapi perah Kota Padangpanjang juga siap menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Advertisements

Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis mengungkapkan saat ini sebanyak 9 kelompok tani peternakan sapi perah telah menghasilkan susu segar yang berkualitas tinggi. Terkait minat pasar dan menyongsong MEA, diyakininya mampu bersaing karena telah memiliki lisensi dengan mengantongi sertifikat Nomor Kode Veteriner (NKV).

“Kemurnian sapi perah yang ada di Padangpanjang diyakini bisa menarik konsumen, apa lagi lisensi dari yang berkompeten sudah dimiliki tentang kehigienis-an susu sapi perah,” ungkap Hendri Arnis didampingi Kabag Humas Ampera Salim.

Pemerintah Kota Padangpanjang dalam hal ini akan terus memperhatikan peternak sapi perah, guna mendorong daya saing di pasaran nasional dan internasional. Saat ini Padangpanjang tengah menjalin kerjasama dengan Selandia Baru sebagai upaya peningkatan kulaitas dan kesejahteraan peternak yang ada di daerah berjuluk Serambi Mekkah itu.

“Kerjasama itu akan berlangsung selama delapan tahun ke depan yang juga dibantu oleh kementerian Pertanian. Terhadap petani pternakan sapi perah, kami berharap untuk dapat terus mengembangkan diri dan menjaga kualitas susu perah,” katanya.

Salah seorang peternak sapi perah Padangpanjang, Ridwan mengaku sudah siap menghadapi MEA  mengingat fasilitas dan kualitas susu yang dihasilkan sudah disterilkan oleh rumah susu setempat. “Saat ini kami tinggal, bagaimana produksi susu sapi bisa meningkat sehingga bisa memenuhi seluruh permintaan konsumen di Sumbar maupun luar Sumbar,” ujar Ridwan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Padangpanjang, Candra sangat yakin menyikapi kesiapan para petani peternakan sapi perah. Selain pengalaman yang ada, daerah berhawa sejuk ini sangat berpotensi terhadap pengembangan sapi perah karena memiliki kondisi iklim yang mendukung. Padangpanjang disebutkannya siap dalam peran serta mensukseskan prgram Swasembada Susu 2020, melalui dukugan penuh dari Distan dan Keswan Provinsi Sumbar. Baik berupa tekhnis, maupun dalam sisi anggaran.

“Kondisi saat ini populasi ternak sapi perah di Padangpanjang mencapai kisran 400 ekor dengan jumlah produksi susu segar lebih kurang 1.200 liter perharinya. Diperkirakan Juni 2016 nanti, akan terjadi lonjakan menapai 3 ribu liter perhari melihat saat ini banyak sapi yang sedang bunting dan untuk melahirkan di bulan tersebut,” jawab Candra dihubungi terpisah. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*