Dinas Kesehatan Kota Pariaman Sosialisasikan PKPR & KTA/P

Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengadakan pertemuan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja & Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan ( PKPR & KTA/P ), Rabu (5/9).

Advertisements

Padang-today.com__Masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan  (KTA/P) merupakan masalah global yang terkait hak asazi manusia dan ketimpangan gender. Mengatasi kekerasan terhadap anak dan memperdulikan kesehatan remaja, Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengadakan pertemuan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja & Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan ( PKPR & KTA/P ), Rabu (5/9).

Bertempat di Hotel AlMadinah Kota Pariaman, pertemuan ini dihadiri oleh 35 orang peserta terdiri dari tujuh puskesmas di Kota Pariaman. Kepolisian, LSM yang ada di Kota Pariaman, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“ pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Kesehatan Pusat Remaja (PKPR) dan kekerasan terhadap anak / perempuan ( KTA/P ), juga bertujuan agar tersedianya pelayanan yang dapat mendorong menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah, serta membuat keputusan dan dapat bertanggung jawab terhadap keputusannya, “ ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pariaman Eva Yulia Delwita.

Sementara itu pemateri pertama Lisa Puspasari.,M.Psi.,Psikolog RSUD Pariaman mengatakan begitu besar peran tenaga kesehatan terhadap penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Mulai dari Mengumpulkan data dan informasi, melakukan analisa dan pemetaan sesuai hasil pengumpulan data dan informasi, menyusun rencana kerja, melaksanakan sosialisasi, menyiapkan Tenaga Pelaksana, menyiapkan petugas konseling dan wawancara dan menyiapkan Prasarana dan Sarana.

Pemateri kedua IUSTICIA FITRI, S.H UNIT PPA POLRES PARIAMAN mengungkapkan landasan hukumnya diatur oleh UUD Negara RI pasal 28 B ayat 2 ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” dan UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang RI No. 1 tahun 2016 Tentang Perubahanan Kedua Atas UU RI No 23 Tahun 2002  tentang Perindungan Anak menjadi Undang – Undang.

“ kita sebagai orang tua harus mengajarkan kepada anak beda orang asing, teman , sahabat  dan muhrim, ajarkan anaka mempercayai perasaanya, belajar bersikap tegas, belajar untuk berkata tidak apabila merasa tidak nyaman dengan perlakuan seseorang, yakinkan anak untuk berbagi rahasia dan belajar tertib, “ tambahnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pariaman Eva Yulia Delwita mengungkapkan bahwa seluruh puskesmas di Kota Pariaman sudah menjadi Puskesmas Ramah Anak sejak tahun 2016. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*