Dipimpin Gusman Piliang, TSR Kakan Kemenag Limapuluh Kota Bersilaturahmi ke Masjid Tan Malaka

Kakankemenag H Gusman Piliang TSR Masjid Tan Malaka

Kakankemenag H Gusman Piliang TSR Masjid Tan Malaka

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan, Tim Safari Ramadhan (TSR) Kemenag Limapuluh Kota (14/06/2016) berkunjung ke Kecamatan Gunuang Omeh, setelah sebelumnya bertamu ke Suliki. Tim yang diketuai oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Limapuluh Kota Gusman Piliang bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Pandam Gadang. Kasi PAI Chairunnas, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren dan Kepala KUA Kecamatan Gunung Omeh Jon Efendi tampak bergabung dalam kunjungan TSR Kemenag di Masjid Tan Malaka tersebut.

Di hadapan Jamaah Masjid Tan Malaka, Gusman Piliang menyampaikan, dalam catatan sejarah, Kecamatan Gunung Omeh memainkan peranan strategis dalam priode Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan Koto Tinggi sebagai pusat pemerintahan waktu itu. Ditambahkan Gusman Piliang, Pandam Godang juga telah melahirkan tokoh pejuang yang mendunia, seperti Tan Malaka yang menjadi inspirasi kemerdekaan berbagai bangsa di dunia.

“Oleh sebab itu, masyarakat Gunung Omeh khususnya masyarakat Pandam Godang sudah memiliki nilai-nilai perjuangan yang diwarisi dari generasi ke generasi. Saya menghimbau kita semua untuk mengambil pelajaran dari semangat perjuangan tersebut,” ungkap GP, panggilan akrab Gusman Pilinag.

GP juga menguraikan, tantangan kehidupan beragama dan bermasyarakat ke depannya semakin kompleks, sehingga dalam kehidupan sosial, masyarakat dihadapkan pada tsunami moralitas yang melanda hampir seluruh kelompok umur.

Di sisi lain, tambah GP, menguatanya budaya kehidupan bebas di tengah-tengah masyarakat, maraknya pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, serta berbagai penyakit sosial lainnya merupakan tantangan yang harus dicarikan solusinya secara bersama.

“Melalui kegiatan Safari Ramdahan ini saya mengajak kita semua untuk menjadikan bulan Ramdahan ini sebagai wahana untuk introspeksi diri, mari kita perbaiki berbagai kekurangan yang masih melekat dan mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama di lingkunagan nagari kita,” tandas alumni MAN Padang Japang itu.

Hal senada diamani oleh Kasi Pd.Pontren Kemenag Limapuluh Kota Zakaria yang didaulat memberikan ceramah agama. Disampaikan Zakaria dalam ceramahnya, setiap anggota masyarakat punya tangung jawab yang sama untuk memastikan pelestarian nilai-nilai agama berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Kita tentu merindukan tampilnya kembali tokoh adat, tokoh masyarakat yang mau menegur, membina remaja yang ada di nagari. Kok lah tangah malam masih ado remaja kito nan baduo-duo lah menjadi tangung jawab kito untuk menasehatinyo,” sampai Zakaria.

Bila anggota masyarakat tidak mengambil peranan seperti itu, tegas Zakaria, maka yang bersangkutan telah melakukan pembiaran terhadap hancurnya moralitas generasi muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sekarang ini sudah mengancam berbagai kearifan lokal yang ada. Dengan semakin bebasnya arus informasi dari berbagai belahan dunia, terangnya, menjadikan dunia semakin kecil dengan persoalan yang semakin besar.

“Untuk dapat bertahan dalam pusaran perubahan dunia, kita perlu membekali generasi muda kita dengan keimanan yang kuat, ibadah yang berkualitas tentunya, juga dengan ilmu pengetahuan yang paripurna. Bulan suci Ramadhan merupakan momentum untuk terus menciptakan generasi emas. Menurut hemat saya generasi emas tersebut seirama dengan tujuan ibadah puasa yaitu membentuk manusia yang bertakwa, kualitas takwa seseorang dapat dipastikan linear dengan kehiupan sehari-harinya,” simpul Zakaria.(Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*