Diserahkan Walikota Riza Falepi, Baznas Siapkan Dana 450 Juta Untuk Bantuan Modal Usaha

Penyerahan bantuan pada warga yang sudah didata untuk menerima bantuan dari Baznas Provinsi Sumbar.

Penyerahan bantuan pada warga yang sudah didata untuk menerima bantuan dari Baznas Provinsi Sumbar.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Guna penguatan modal usaha pelaku ekonomi mikro pada lima kecamatan di Payakumbuh, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh, menyediakan dana Rp450 juta, guna disalurkan kepada pengusaha mikro dimaksud. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Walikota H. Riza Falepi bersama Ketua Baznas Kota Payakumbuh H. Mismardi, di Balairung rumah dinas kediaman walikota, Kamis (27/10).

Bantuan yang diserahkan, masih minus Kecamatan Payakumbuh Barat. Total dana yang dikucurkan Baznas Rp360 juta, untuk 360 pelaku usaha yang berasal dari Kecamatan Payakumbuh Timur, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Payakumbuh Selatan dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Besar bantuan bervariasi, mulai dari angka terendah Rp300 ribu sampai angka tertinggi Rp1.500.000, disesuaikan dengan jenis usaha yang selama ini telah dilakoni warga dimaksud.

Baznas masih memiliki dana Rp90 juta lagi, untuk pelaku usaha dari Payakumbuh Barat. Makin cepat tim survei Baznas kecamatan menyelesaikan tugasnya, kian cepat pula dana dimaksud dicairkan, keterangan Ketua Baznas Mismardi didampingi Kabag Kesra Setdako Payakumbuh Devitra.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, dalam sambutannya, berharap, bantuan modal usaha yang diberikan dari hasil zakat para pegawai di jajaran pemko itu, mudah-mudahan mampu memperbaiki status sosial masyarakat golongan ekonomi lemah.

Pemerintah kota bersama stakeholder yang ada di kota ini, seperti Baznas dan lembaga keuangan lainnya, akan terus berbagi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dan instutusi lainnya itu, punya tanggung jawab moral, memperbaiki taraf hidup dan ekonomi warganya.

Untuk itu, ingat walikota, bagi warga yang beruntung menerima bantuan, seyogianya juga ikut bertanggung jawab moral, bagaimana menjadikan bantuan itu mampu mengembangkan usaha yang dimiliki. Terpenting diingat, sebut walikota, sekali-kali jangan dijadikan bantuan ini, untuk keperluan konsumtif.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*