Ditarget Selesai April Silam, Baru PP Agam dan Pariaman yang Lakukan Konsolidasi

Ketua Caretaker Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumbar Samsir Rambe didampingi Wakil Ketua Politik dan Hukum MPW Sumbar Zulfahmi S.Sos dan anggota Wandi Syamsir di Payakumbuh, Jumat (24/6).

Ketua Caretaker Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumbar Samsir Rambe didampingi Wakil Ketua Politik dan Hukum MPW Sumbar Zulfahmi S.Sos dan anggota Wandi Syamsir di Payakumbuh, Jumat (24/6).

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Sebanyak 19 cabang pengurus Pemuda Pancasila (PP) di Sumatera Barat, baru 2 daerah yakni kabupaten Agam dan Kota Pariaman yang sudah melakukan konsolidasi. Sedangkan 17 daerah lagi dinilai terlambat, padahal bulan April kemarin, seluruh daerah sudah harus menyelesaikannya.

“Berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mubes) ke 9 di Kota Batu Jawa Timur, maka disepekati, untuk konsolidasi seluruh daerah se-Indonesia ditambah waktunya 3 bulan lagi dan harus selesai bulan September 2016 ini,” ujar Ketua Caretaker Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumbar Samsir Rambe didampingi Wakil Ketua Politik dan Hukum MPW Sumbar Zulfahmi S.Sos dan anggota Wandi Syamsir di Payakumbuh, Jumat (24/6).

Samsir Rambe juga dipercaya sebagai Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN), Ketua Badan Pelaksana Kaderisasi Nasional dan Wakil Ketua Koordidator Wilayah I (Riau, Sumut, Sumbar, red), organisasi masyarakat (Ormas) ini merupakan salah satu ormas besar angkatan ke-19.

Agar Pancasila bisa tetap tegak, menurutnya, pemerintah harus menindak segala macam aksi dan tindakan yang bisa membangkitkan kembali paham komunisme di Indonesia. Samsir Rambe menegaskan bahwa saat ini upaya yang diduga bertujuan menghidupkan kembali paham komunisme mulai banyak ditemui.

Diungkapkannya, bila pemerintah melalui aparatnya gagal untuk menghalau hal tersebut, ormas Pemuda Pancasila siap untuk mengambil tindakan tegas, guna mencegah munculnya kembali paham komunisme.

“Apabila pemerintah tidak bisa menegakkan hukum di negara ini, maka kita yang akan  menegakkan hukum kepada orang-orang yang apancasilais (tidak mendukung Pancasila, red). Untuk menghalau hidupnya kembali paham komunis, tindakan tegas saja tidak cukup,” jelas Samsir Rambe lagi.

Ditambahkannya, masyarakat harus mendapatkan sosialisasi mengenai komunisme, serta penyebab paham tersebut tidak boleh berkembang di Indonesia. Menurutnya, tidak semua orang yang kedapatan mengenakan atribut PKI, betul-betul mendukung komunis. Ia yakin, sebagian besar dari mereka justru tidak memahami hal tersebut.

“Bisa saja mereka tidak mengerti. Makanya, kita berharap seluruh PP di Indonesia, khususnya kota Payakumbuh segera melakukan konsolidasi. Dengan telah selesai di seluruh Indonesia melakukan konsulidasi, tentunya kita segera pula membuat program untuk menghalau komunis,” ujarnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*