Donny Moenoek Resmikan Masjid Surau Godang Kunci Loyang di Komplek Sarilamak

Pj Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek menandatangani prasasti peresmian Masjid Surau Godang Kunci Loyang

Pj Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek menandatangani prasasti peresmian Masjid Surau Godang Kunci Loyang

Lima Puluh Kota, PADANG-TODAY.com-Penjabat Gubernur Sumatera Barat Reydonnyzar Moenek meresmikan Masjid Surau Godang Kunci Loyang yang terletak di komplek kantor Bupati Lima Puluh Kota di Sarilamak usai shalat Jumat, (9/10). Peresmian sekaligus launching nama rumah ibadah itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Donny Moenoek.

“Dengan rahmad Allah SWT, dan dengan mengucapkan Bismillahiromanirohim, saya resmikan Masjid Surau Godang Kunci Loyang,” ujar Reydonnyzar sesaat sebelum menantangani prasasti peresmian masjid tersebut bersama Bupati Alis Marajo.

Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kemendagri itu mengharapkan, masjid tersebut bisa menjadi kebanggaan masyarakat Lima Puluh Kota. Selain menjadi tempat ibadah, bangunan itu mestinya juga menjadi bagian dari pembangunan aklak dan mental manusia di daerah ini.

“Saya merasa bangga didaulat Bupati untuk meresmikan dan melaunching nama Masjid kebanggaan masyarakat Lima Puluh Kota ini,” ujar Reydonnyzar sembari  mengatakan dirinya juga tengah berupaya melakukan percepatan pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat di Padang.

Saat ini, katanya, rumah ibadah kebanggaan sekaligus landmark urang Minang Kabau itu baru sekitar 63% siap. Hingga kini pengerjaan masjid itu telah menelan biaya pembangunan sekitar Rp300 milyar, dan sebanyak Rp250 milyar diantaranya berasal dari APBD.

“Kita akan melakukan percepatan pembangunan  masjid Raya yang ada di Kota Padang tersebut. Untuk itu kita akan melakukan langkah-langkah dan strategi untuk menyelesaikannya,” kata Reydonnyzar.

Untuk menuntaskan bangunan tersebut, lanjutnya, ia berjanji akan melakukan lobi-lobi ke perintah pusat agar dana untuk penyelesaian masjid itu tersedia. Selain bantuan pemerintah, ia juga meminta adanya dukungan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Reydonnyzar juga menghimbau seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk melakukan percepatan penetapan Ranperda APBD Perubahan tahun 2015 dan Rancangan APBD tahun 2016. Sebab, keterlambatan sudah didepan mata.

“Daerah pasti tahu persis bagaimana kemaren kami memberikan sanksi kepada bupati, walikota dan DPRD yang terlambat menetapkan Perda APBD-nya. Akibat keterlambatan tersebut, gaji bupati dan dewannya sempat tidak bayarkan selama enam bulan,” ingatnya sembari berharap tidak ada satupun daerah di Sumbar yang terkena sanksi tersebut.

Dalam kesempatan itu Reydonnyzar juga menyerahkan sejumlah infak buat Masjid Surau Godang Kunci Loyang.(rel/dod)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*