Dua Anak Terbakar di Payakumbuh, Mereka Tewas Berpelukan

Kebakaran di Parik Rantang. Korban dua anak Caca dan Rafli terbakar.

Kebakaran di Parik Rantang. Korban dua anak Caca dan Rafli terbakar.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Caca (10) dan Rafli (7) ditemukan saat penyisiran lokasi kebakaran di rumah adat Datuak Pangulu Rajo Nan Data di Parik Rantang tewas berpelukan. Di sudut kamar tidur di rumah gadang 5 ruangan itu, keduanya hangus dilalap api.

Belum diketahui penyebab api yang melalap rumah gadang yang terbuat dari kayu seluruhnya itu. Tiga anak yang menghuni rumah itu, satu anak yang sekolah di MTsn bernama Kiky (14) saat rumah mulai terbakar mulai pukul 4.00 WIB itu bisa lari lewat jendela.

Sayangnya, Doni Kampai (48) yang buruh bangunan, kepala keluarga sedang bekerja di Pangkalan. Ibu mereka, Epi (42) panik saat api mulai membesar.

2 Unit Damkar Kota Bukittinggi ikut meraung memadamkan api. Personil Damkar Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang ada di dekat lokasi langsung datang menyiram api. Sulitnya api dijinakkan sebab yang terbakar rumah kayu, diantisipasi dengan pemblokiran lokasi agar tidak menyebar.

Ketua RT 01/RW 02, Haji Indra Jaya yang Danru 1 Damkar Payakumbuh, adalah keluarga kedua bocah malang ini. Mendengar ada kebakaran ia langsung melompat bekerja memadamkan api yang membakar rumah anaknya ini.

Lokasi kebakaran tepat di belakang SPBU. Lokasi kejadian di jalan Padang, Korong Batimah Stasiun, Kelurahan Parit Rantang Payakumbuh Barat itu memanikkan warga sekitar.

Satu jam lamanya api baru bisa dipadamkan. Juga datang tim Damkar Padangpanjang dan Agam. Kepanikan bertambah, ternyata dua anak, Caca (10) dan Rafli (7) tidak ditemukan oleh ibunya.

Tim Damkar yang menyisir lokasi akhirnya menemukan jasad keduanya di sudut kamar. Keduanya telah tewas dan terbakar. Tangis berderai dari seluruh warga yang menyaksikan kedua jasad yang tengah berpelukan itu dievakuasi. Keduanya adalah siswa SDN 28 Parik Rantang.

Kepala UPT Damkar Payakumbuh, Ahdion yang segera datang ke lokasi, menyebutkan 8 mobil pemadam telah berupaya maksimal. Apa daya, rumah gadang yang terbuat dari kayu itu dilalap api.

Tersiar kabar, bahwa kebakaran berasal dari televisi yang meledak. Namun kata Kapolsek Kota AKP Russirwan, masih diselidiki.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*