Dua Kelompok Tani Payakumbuh Dinilai Tim Verifikasi Nasional

Ketua Keltan Al Falah Indra Mardion memberikan penjelasan pada salah satu tim kompetisi Manajemen Kelompok Tani tingkat Nasional

Ketua Keltan Al Falah Indra Mardion memberikan penjelasan pada salah satu tim kompetisi Manajemen Kelompok Tani tingkat Nasional

Advertisements
Ketua Tim Kompetisi Manajemen Kelompok Tani Wingo Satmoko bersama Wako Riza Falepi terima sirih dalam carano saat mengunjungi keltan Al Falah

Ketua Tim Kompetisi Manajemen Kelompok Tani Wingo Satmoko bersama Wako Riza Falepi terima sirih dalam carano saat mengunjungi keltan Al Falah

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com–Kelompok Tani “Al Falah” Kelurahan Subarang Batung Payakumbuh Barat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih Ampangan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh menjadi wakil Propinsi Sumatera Barat dalam penilaian manajemen usaha kelompok peternak tingkat nasional 2015.

Kedua kelompok tani ini sama-sama masuk nominasi 5 terbaik di Indonesia dalam penilaian manajemen usaha kelompok peternak dan pelayanan petugas teknis 2015. Sehubungan dengan itu Kementrian Pertanian menurunkan Tim penilai untuk melakukan verifikasi/penilaian lapangan yang dipusatkan di lokasi Keltan Al Falah Subarang Batung Payakumbuh Barat Kamis (28/5).

Tim penilai itu dipimpin Ir.Wignyo Sadwoko,MM terdiri dari 2 kelompok dengan jumlah anggotanya 10 orang yang berasal dari Kementrian Pertanian, IPB Bogor dan Asosiasi Peternakan Sapi dan kerbau Indonesia.

Kedatangan Tim penilai beserta rombongan di Subarang Batung disambut dengan tari galombang oleh masyarakat setempat. Turut hadir Walikota Payakumbuh Riza Falepi, unsure Muspida, Kadis Peternakan dan kesehatan hewan Prov.Sumbar diwakili M.Kamil, Kadis Peternakan dan Perikanan Kota Payakumbuh Depi Sastra, sejumlah pimpinan SKPD, Camat Payakumbuh Barat diwakili Syopita Yenuris, Lurah Subarang Batung Gusmardi, Ketua Kelompok Tani Al Falah Indra Mardion beserta anggota kelompok, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Kadis Peternakan Sumbar M.Kamil dan Walikota Payakumbuh Riza Falepi saat memberikan sambutan sama-sama memberikan apresiasi pada kedua kelompok ini yang telah mampu dan berhasil maju ke tingkat nasional bahkan masuk nominasi 5 besar, hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kita khususnya Kota Payakumbuh umumnya Sumatera Barat karena dua Keltan sekaligus maju di tingkat nasional, ujar keduanya.

Lebih jauh Walikota Riza Falepi menyebutkan pembangunan peternakan di Kota Payakumbuh diarahkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dengan pengembangan peternakan rakyat, salah satunya yaitu dengan penguatan kelompok.

Komitmen Pemko Payakumbuh dalam pembangunan sector peternakan menjadi prioritas karena daerah ini juga menjadi sentra peternakan Sumbar, mulai dari benih sampai pengolahan hasil hingga produksi ada di Payakumbuh. Mudah-mudahan kedua Keltan ini baik Al Falah sebagai pengelola Sapi potong maupun KWT Melati Putih peternak Itik akan keluar menjadi terbaik nasional nantinya, simpul Walikota.

Ketua Tim Penilai Wignyo Sadwoko mengaku puas atas penyambutan tuan rumah yang begitu luar biasa dan sangat meriah selain disambut dengan Tari Galombang juga dihibur dengan orgen tunggal.

Selain itu dikatakannya tujuan dilakukan penilaian ini adalah untuk memberikan apresiasi pemerintah terhadap inovasi, kreativitas kelompok tani menuju peternak yang baik dan efisien sekaligus diharapkan sebagai pelaku utama di Indonesia, ujarnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Al Falah Indra Mardion memaparkan di hadapan tim penilai  seputar perkembangan Keltan Al Falah yang dipimpinnya dengan anggota sebanyak 17 orang, berdiri tahun 2008 dengan 26 ekor sapi, sekarang berjumlah 113 ekor sapi

Sekarang berkat adanya bantuan dari Pemprov.Sumbar dan pembinaan-pembinaan yang dilakukan baik Dinas Peternakan Kota Payakumbuh maupun Dinas Peternakan Propinsi ,bila dinilai dengan omzet/transaksi mencapai hamper Rp.1 Milyar.dan 80 % hasil penjualan sudah dapat meningkatkan ekonomi anggota kelompok, terang Mardion.

Ditambahkannya di Al Falah juga telah dilakukan vermentasi jerami untuk pakan ternak sapi, kemudian kotoran sapi juga diolah menjadi pupuk organic, perkawinan sapi dilakukan dengan sistim IB.simpulnya.

Usai serimonial penyambutan tim beserta rombongan meninjau langsung lokasi pengolahan Sapi Keltan Al Falah  dan dilanjutkan peninjauan ke KWT Melati Putih di Ampangan Payakumbuh Selatan.(mnc)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*