Dua Pendatang Baru Berkas MS

   Padang-today.com – Dua pendatang baru bakal calon anggota DPD-RI asal Sumbar berkasnya dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedang masih duduk sebagai senator berkasnya dinyatakan belum memenuhi persyaratan (BMS).

Advertisements

“Pihaknya sudah laksanakan rapat penyampaian hasil verifikasi. Hasil rapat dinyatakan hanya dua bacaleg anggota DPD-RI dinyatakan MS yakni Zul Evi Astar dan Alkudri,”kata Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Izwaryani di Padang.

   Ia menjelaskan, KPU Sumbar sebelumnya menetapkan empat balon berkasnya lengkap yakni Alkudri, Julia Agusta, Zul Evi Astar,serta Leo Nardy.

“Namun setelah dilakukan verifikasi berkas syarat dua orang yakni belum memenuhi persyaratan yakni Julia Agusta dan Leo nardy,”katanya.

Alkudri, Zul Evi Astar,Julia Agusta dan Leonardy berkas dukungan berupa E-KTP dinyata lengkap,namun ada beberapa berkas dua orang yakni Leonardy dan Julia Agusta syarat calon belum memenuhi persyaratan.  Sedangkan bacalon lain berkas dukungan berupa
E-KTP belum lengkap.

    Bakal calon anggota DPD RI untuk bisa bertarung di Pemilu 2019 harus melengkapi kekurangan. “KPU memberikan batas waktu 21-24 Juli 2018 untuk melengkapi kekurangan syarat calon,”jelas Izwaryani.

Izwaryani menambahkan, untuk melengkapi syarat yang kurang tersebut bersamaan dengan perbaikan bukti dukungan.

“Jika hingga waktu yang telah ditentukan itu ada yang tidak melengkapi, maka yang bersangkutan tidak bisa ikut pada Pemilu 2019,”imbuhnya.

    Ia menyatakan, saat tim KPU Sumbar melakukan verifikasi persyaratan itu, pihaknya menemukan beberapa persoalan, diantaranya ada nama bacaleg anggota DPD-RI yang tidak sama antara di ijazah dengan KTP.

“Kalau ada perbedaan nama, seharusnya bakal calon haru melampirkan surat pernyataan dari sekolah yang menyatakan ijazah ini adalah orang yang sama sebagaimana tertulis dalam KTP,” katanya.

Selain itu, lanjutnya juga ditemukan perbedaan dalam penulisan nama, dalam berkasnya dilampirkan Ijazah S1, bahkan ada yang S3. Namun calon itu tidak menuliskan gelar akademik tersebut sesuai dengan ijazah yang diserahkan.

     “Itu memang tidak berpengaruh kepada  pencalonan, karena syarat minimal itu SMA. Kalau itu dimasukkan, maka seharusnya pada nama calon tersebut juga ditulis gelarnya,”ungkap Izwaryani.

  Izwaryani menambahkan permasalahan lain yang ditemukan dalam pemeriksaan berkas itu ada bakal calon yang surat keterangan kesehatan hanya dikeluarkan oleh Dokter.

“Sementara yang diminta itu hasil general cek up dari rumah sakit yang telah ditentukan,”pungkasnya.

     Balon anggota DPD-RI kekurangan dukungan berupa E-KTP untuk segera menyerahkan ke KPU. Kekurangan berkas diserahkan mulai 21-24 Juli 2018. Nantinya KPU kembali melakukan verfikasi faktual sampai 27 Agustus 2018.

   “Untuk penetapan calon anggota DPD RI sesuai jadwal pada 31 Agustus hingga 2 September 2018,”pungkas Izwaryani.

Berdasarkan data KPU Sumbar bacaleg anggota DPD-RI sebanyak 25 orang. Sebelumnya bacaleg anggota DPD-RI menyerahkan syarat dukungan ada 26 orang.

Namun ketika pendaftaran,hanya 25 orang mendaftar, sedangkan balon atas nama Rani Hesty batal mendaftar ke KPU. (dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*