Dugaan penyimpangan Dana Proyek Instalasi Penyediaan Air di Padangpariama, Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka

PARIAMAN, PADANGTODAY.COM-Kejaksaan Negeri Pariaman berdasarkan rangkaian penyidikan dan penyelidikan sejak 5 Mei tahun 2015  telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana proyek instalasi penyediaan air bersih senilai 11 miliyar di Asam Pulau Kecamatan Lubuk Alung Padangpariaman pada tahun 2011 dengan total kerugian negara mencapai Rp 4,6 miliiar lebih.

Advertisements

Ketiga tersangka yaitu,  Datuak Jainir Koto dengan inisial “DJ” salah satu penguna anggaran, dan juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum  di Lingkungan Pemkab Padangpariaman  dan Oyer Putra  “OP”  salah satu kuasa penguna anggaran, dan Kosan Kasidi “KK” salah satu rekanan pelaksanaan teknis. Ketiga tersangka tersebut telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan secara merathon sejak 5 Mei Tahun 2015, dua dari ketiga tersangka tersebut telah ditipkan sebagai tahanan jaksa, Kamis, 15/10/2015.

“Dua tersangka telah dititipkan sebagai tahanan jaksa di Lapas kelas II-A Muaro Padang untuk mempercepat proses penyidikan dan waktu, mengingat kasusnya akan segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di Padang,” ungkap Resmen kepada www.padang-today.com , Selasa 20/10/2015 di Kejari Pariaman.

Katanya, kedua tersangka yaitu inisial “DJ” dan “OP” berdasarkan penyidikan dan penyelidikan serta saksi dan bukti, bahwa kedua tersangka diduga telah merugikan negara dalam penyalah gunaan pengerjaan penyediaan air bersih sebesar 11 miliyar , dan kedua tersangka tersebut telah resmi sebagai tahana jaksa di Lapas II-A Muaro Padang. Sementara yang satunya lagi yaitu inisial “KK” mangkir untuk diperiksa dengan alasan sakit, jelas Resmen.

“Tersangka ketiga “KK” mangkir didalam panggilan yang kedua setelah ditetapkan sebagai tersangka dengan alasan sakit. Dalam penilain kami bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit, bagi kami bukan masalah sakitnya, tapi kami memandang bahwa yang bersangkutan mangkir” ungkap Japidsus Kejari Pariaman.

Dijelaskan, Kejari Pariaman telah bersurat kepada tersangka “KK” untuk dapat hadir dalam proses peyelidikan sebagai tersangka, dan panggilan kedua pada hari Selasa, 20/10/2015 dini hari juga tidak dihadiri tersangka. Namun, pihak pengacara tersangka “KK” telah membuktikan bahwa klainya dinyatakan sakit, untuk itu ia tidak bisa memenuhi panggilan kedua kali ini. Apa bila panggilan ketiga bahwa tersangka tidak memenuhi panggilan, pihak kami akan melakukan penjeputan paksa.

“Atas tindakan yang dilakukan olehketiga tersangka tersebut bahwa tersangka dikenakan dengan pasal yang sama yaitu pasal 2,3 pasal 8,9 dan pasal 18 uu nomor 31 tahun 1999 junto uu nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, apabila dalam keadaan tertentu menganggu kestabiltas negara dapat dihukum seumur hidup atau hukuman mati” terangnya.

Sementara, Ardin SH MH salah satu pengacara “KK” mengatakan, untuk memenuhi panggilan kedua setelah ditetapkan sebagai tersagka oleh Kejari Pariaman, bahwa ia degan tersangka harus kooporatif dalam menyikapi permasalahan ini. Karena tersangka sakit pada hari ini untuk panggilan kedua tidak bisa terpenuhi. Namun dalam hal ini kami tetap kooporatif dalam permasalahan ini. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*