Dukun Palsu Penganda Uang Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

unduhan-(2)_1
Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Terdakwa J (49) Warga Perumahan Pido Asri Kecamatan Payakumbuh tertunduk lesu mendengarkan putusan yang dijatuhkan oleh Majlis Hakim Pengadilan Negeri Batusangkar terhadapnya Kemarin.

Advertisements

Majlis Hakim yang dipimpin oleh Riska Widiana dengan anggota Indra Muharam dan Amir El hafid menjatuhkanVonis kepada terdakwa atas kasus penipuan terhadap saksi korban H. Nasar (62) warga Warga Jalan Agus Salim no 30 Batusangkar, sehingga merugikan korban hingga Rp 600 juta.

‘Setelah mendengar dari para saksi –saksi dan disertai pengakuan terdakwa J atas kasus penipuan terhadap saksi korban H.Nasar K, berdasarkan hal itu dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku dengan ini majlis Hakim memutuskan Terdakwa secara sah dan terbukti melakukan tindakan pidana penipuan terhadap saksi korban serta memutuskan menjatuhkan vonis 2 tahun enam bulan hukuman kurungan penjara terhadap terdakwa J,” tegas Riska Widiana.

Kemudian Majlis Hakim juga menetapkan barang bukti berupa 1 unit HP merek Cross,1 botol minyak parfum,1 buah buku tulis ,1 buah cek bodong salah satu bank swasta cabang bandung senilai 4 milyar 7 ratus juta untuk dirampas dan lalu dimusnahkan.

“Selanjutnya barang bukti berupa 1 buah permata warna coklat, 2 buah permata warna merah jambu,1 buah piring warna putih,1 bilah keris beserta sarungnya, 1 unit suntik, 4 buah kotak kayu, 2 buah kotak kardus,dan 12 helai kain putih dikembalikan kepada saksi korban H.Nasar,” Kata Riska Widiana.

Sehubungan dengan vonis yang dijatuhkan oleh Majlis Hakim kepada terdakwa J menyatakan menerima vonis tersebut, hal ini juga diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Triwanto .
Kepala Kejaksaan Negeri Batusangkar Desy Mutia Firdaus yang didampingi KasiPidum M. Bimo melalui Jaksa Penuntut Umum Triwanto menyebutkan,”pada sidang ini Terdakwa mengaku telah mengelabui korbannya dengan trik menyuruh korban untuk mematikan lampu dan pada saat itu tersangka memindahkan batu delima yang sebelumnya sudah ada dimulut terdakwa kedalam piring yang disediakan korban”

Sementara itu lanjutnya, keris sudah berada diketiak terdakwa dan saat mati lampu itu juga terdakwa meletakan keris tersebut kedalam piring, setelah itu lampu dihidupkan dan kedua korban disuruh berzikir.

“dalam pengakuan terdakwa ,korban disuruh menyiapkan 4 buah kotak dan 2 buah kotak yang terbuat dari kardus dan diisi kain kafan serta bunga rampai, selanjutnya terdakwa meminta kepada korban untuk menyiapkan uang untuk membeli minyak Arab yang diyakini terdakwa kepada korban sebagai pemanggil uang gandaan, “tuturnya.

Korban memberikan uang sebesar Rp 36 juta pada tahap pertama kepada terdakwa dan pemberian uang ini dimulai dari akhir 2013 sampai2015 yang menurut pengakuan saksi korban sehingga mencapai Rp 600 juta.

Sementara itu menurut pengakuan terdakwa uang yang ditipunya sebesar Rp 225 juta dan uang ini digunakan untuk membeli minyak arab, mengadakan nazar,dan akan mendaftarkan keluarga korban naik haji.

“Vonis yang dijatuhkan oleh majlis Hakim sama dengan tuntutan yang kita ajukan pada persidangan terdahulu “ ucap Triwanto. (romi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*