Editor Koran Di Sudan Dipukuli Karena Serukan Hubungan Dengan Israel

serukan-hubungan-dengan-israel-editor-koran-di-sudan-dipukuli-rev-2Israel, PADANGTODAY.com – Sekelompok orang bersenjata menyerbu kantor sebuah surat kabar di Sudan pada Sabtu malam waktu setempat dan memukuli pemimpin redaksi koran itu setelah sebelumnya menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel. Ini kata seorang rekan kerjanya.

Kekerasan terhadap Osman Mirghani, pemimpin redaksi surat kabar Al-Tayar, adalah serangan fisik tidak biasa terhadap seorang jurnalis di Sudan, meskipun wartawan kerap mengeluhkan terhadap sensor diberlakukan Intelijen Nasional dan Dinas Keamanan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Minggu (20/7).

“Mirghani dirawat di Rumah Sakit Al-Zaytouna di pusat Ibu Kota Khartoum setelah dipukuli oleh sekelompok orang di bagian kepala dan kakinya nya menggunakan senjata dan tongkat,” kata Faisal Mohamed Salih, seorang pemenang penghargaan jurnalis di Sudan dan advokat kebebasan pers, seperti dikutip AFP.

Ibrahim Ghandour, asisten Presiden Sudan Omar al-Bashir, mengunjungi Mirghani dan mengatakan kepada wartawan bahwa sang editor tidak sadarkan diri.

Salih mengatakan sekitar tujuh orang bersenjata menuju ke kantor surat kabar Al-Tayar sebelum waktu buka puasa saat berbicara dari rumah sakit dengan mengutip informasi dari wartawan Al-Tayar.

“Mereka memerintahkan wartawan untuk berbaring. Mereka mengumpulkan semua telepon seluler dan komputer jinjing. Mereka memotong semua koneksi komputer, sebelum menemui Mirghani di kantornya,” jelas Salih, yang memenangkan penghargaan Peter Mackler Award for Courageous and Ethical Journalism pada 2013.

“Cara mereka berperilaku, mereka sangat terorganisir,” lanjut dia

Salih menjelaskan serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Mirghani melontarkan pernyataan di sebuah televisi lokal agar pemerintahan Islam Sudan menormalkan hubungan dengan Israel.

Komentar Mirghani itu datang selama serangan militer Israel terhadap gerakan Islam Hamas di Jalur Gaza.

Serangan telah memperlihatkan salah satu insiden paling berdarah kemarin dan jumlah korban tewas di pihak Palestina telah naik menjadi 343 orang setelah 12 hari serangan.

Para pejabat Israel telah lama menuduh Sudan melayani sebagai basis dukungan untuk militan Hamas.

Presiden Omar al-Bashir awal bulan ini bertemu dengan Khaled Meshaal, pemimpin Hamas di pengasingan, di negara Teluk Qatar.

Koran Al-Tayar diizinkan untuk melanjutkan penerbitan pada Maret setelah mendapat larangan hampir dua tahun lamanya.

Tapi pada 5 Juli agen keamanan nasional menyita oplah harian surat kabar itu, sebuah taktik sering digunakan untuk melawan publikasi.

Salih mengatakan serangan terhadap Mirghani, meskipun tidak biasa, adalah ancaman nyata terhadap kebebasan media dan wartawan pada umumnya, dan juga merupakan indikator bahwa mungkin tidak ada yang bisa menjamin keamanan para wartawan lagi.

Sudan berada di peringkat di bagian bawah, yakni berada di posisi 170 dari 179 negara, dalam laporan dari Reporters Without Borders (RSF) World Press Freedom Index 2013.

(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*