Efek Domino Dari Wacana Penundaannya ISL 2015

Logo ISL.

Logo ISL.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Wacana penundaan kelanjutan Indonesia Super League (ISL) 2015 tampaknya punya efek domino yang menghantam semua pihak yang terlibat di dalamnya. Klub-klub berteriak karena biaya operasional akan meledak dan para wasit akan tertunda rezekinya karena mereka batal bertugas.

“Kami tak menduga kompetisi yang sudah jalan berhenti lagi. Bayangan kami semua bisa berjalan normal ketika pekan pertama seluruh pertandingan berakhir tanpa kendala apapun. Kini kami harus bersabar lagi menunggu kelanjutan kabar dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi,” kata Jumadi Efendi, wasit asal Malang, yang sempat memimpin partai PSM Makassar kontra Persiba Balikpapan di Makassar.

Jimmy Napitupulu, anggota Komisi Wasit PSSI, mengungkapkan kerugian yang dialami PT Liga Indonesia khusus untuk bidang perwasitan sangat besar. Bila acuannya pengeluaran yang telah dilakukan untuk laga pekan lalu, diperkirakan bisa mencapai Rp 200 juta.

“Jumlah itu hanya untuk tiket pesawat bagi perangkat pertandingan. Tiap partai kami mengirim lima orang dengan rincian, dua wasit, dua asisten, dan satu pengawas pertandingan. Jika tiap pekan ada sembilan laga, tinggal mengalikan saja. Pekan pertama kami telah habis sekitar Rp 200 juta,” ungkap Jimmy.

Khusus penundaan nanti, lanjut Jimmy, PT LI telah memesan tiket pesawat untuk para wasit yang telah diplot memimpin laga sesuai jadwal yang telah dirilis PT LI.

“Kemungkinan kami kesulitan untuk membatalkan tiket yang sudah dipesan tersebut. Kalau pun bisa, jelas ada potongan karena pembatalan. Bagaimana pun juga, kami tetap rugi,” tutur Jimmy.

(tribunnews/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*