Elektabilitas Incumbent Menurun, Calon Walikota Baru Bukittinggi Bermunculan

Jam-GadangBukittinggi, PADANGTODAY.com – Kompleksnya permasalahan yang ada di kota Bukittinggi,membuat calon walikota incumbent Bukittinggi turun Elektabilitasnya. Hal ini lah yang membuat banyak warga Bukittinggi menopangkan harapan nya pada calon walikota yang akan datang.

Meski jadwal Pilkada Bukittinggi 2015 belum ditetapkan secara pasti oleh KPU Bukittinggi, namun beberapa kandidat yang disebut-sebut akan maju menjadi walikota dan wakil walikota Bukittinggi telah banyak yang mengapung.

“Kami dari KPU Bukittinggi masih menunggu petunjuk dari KPU Provinsi Sumbar. Kapan KPU Sumbar akan menetapkan jadwal dan Tahapan Pilkada Bukittinggi 2015, itu juga belum bisa kami pastikan.” kata Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Bukittinggi, Benny Azis, Rabu (2/9).

Ismet Amzis yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bukittinggi berkemungkinan besar akan maju kembali, begitu juga dengan Harma Zaldi yang saat ini menjabat Wakil Walikota Bukittinggi juga terang-terangan akan maju kembali.

Beberapa nama lainnya yang berasal dari kalangan pengusaha juga telah menyatakan maju ingin menjadi Walikota Bukittinggi, diantaranya pengusaha optik dan alat bangunan HM Ramlan Nurmatias, pengusaha batubara Mirza Taher yang juga sebagai Owner Hotel Kharisma Bukittinggi, serta Febi yang juga dari kalangan pengusaha dan politikus.

Pengusaha cargo, Zulkirwan Rifai atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Buyung juga berencana maju menjadi walikota. Selain itu, nama Bob Hasfian dari kalangan profesional dan Trismon dari kalangan politikus, juga disebut-sebut ingin maju menjadi Walikota Bukittinggi.

Sementara itu, kandidat yang berencana maju sebagai wakil walikota, Zabendri dari kalangan birokrat, Dido S dari kalangan profesional, Syarwan Djas dari mantan birokrat, serta Young Happy dari kalangan LSM.

Diantara nama-nama kandidat walikota dan wakil walikota yang mengapung itu, hanya beberapa nama yang telah mempromosikan nama pasangannya, diantaranya Harma Zaldi yang berpasangan dengan Syarwan Djas. Sementara Mirza Taher disebut-disebut akan berpasangan dengan Dido S.

Untuk kandidat dari kalangan politikus, hampir dipastikan akan memakai kapal partainya masing-masing. Namun dari kalangan pengusaha, profesional dan yang lainnya belum ada kepastian akan maju dari partai mana yang akan mengusungnya. Atau maju dari jalur Independen. (doni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*