Energi Baru Terbarukan, Mudah Murah Berlimpah, Alternatif di Sudut Negeri

Foto ilustrasi panel surya

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Saat memberikan asistensi, atau memandu anak kedua saya mengerjakan tugas pelajaran daringnya, ada jawaban energi terbarukan. Air, ya itu yang teringat. Potensi air di tempat tinggal saya begitu besar. Ada Pamsimas membuktikan potensi air yang begitu besar. Belum lagi ada embung-embung yang baru selesai proyeknya.

Air menjadi sangat penting mengalir, sebab bertani adalah sumber kehidupan orang di sini. Listrik termasuk hal yang dulunya langka. Sebab, percepatan pemerintah, nyaris tak ada rumah tangga yang tak belistrik lagi. Semua sudah mulai hidupkan lampu halaman kalau senja tiba.

Indonesia negara yang berkontur unik. Ada yang tinggal di lembah, bukit, atau kepulauan kecil. Tantangan besar bagi Indonesia untuk memenuhi 7 juta rumah tangga atau 28 juta penduduk Indonesia yang belum berakses listrik.

Masih banyak kendala persebaran energi di Indonesia. Bukan Urang Awak jika tak bisa mengatasinya dengan kreatif. Inilah yang dilakukan seorang pengusaha jaringan inernet, Anton di Kurai, Sumatera Barat. Sampai hari ke-90 memohon izin untuk disambungkan lisrik ke tower internetnya, tak kunjung dapat.

Izin yang diharapkan, dapat aliran listrik di area sulit jaringan itu, di atas bukit tak kunjung keluar. Ia pun memutar otak, mencari-cari alternatif. Ia lalu ingat, sebuah alternatif daya, hemat, tahan cuaca dan tahan lama, sel surya.

“Jika dulu harga sel surya ini sampai belasan juta. Kini, kami lihat di marketplace harganya hanya Rp2,5 juta per setnya. Lengkap!

Jadilah energi alternatif cahaya matahari menjadi sumber energi utama bagi tersedianya jaringan internet di sudut-sudut wilyah ini.

Energi alternatif lainnya, sumber energi surya, energi air dan mikrohidro, sumber energi angin, sumber energi panas bumi, sumber energi gelombang laut, dan sumber energi biomassa siap dimanfaatkan.

Murah, Mudah, Berlimpah

Sehigga jika kita ingin meraih sukses dengan energi terbarukan ini di Indonesia, harusnya memegang prinsip murah, mudah, dan berlimpah. Indonesia memiliki ini semua, sumber energi surya, energi air dan mikrohidro, sumber energi angin, sumber energi panas bumi, sumber energi gelombang laut, dan sumber energi biomassa siap dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kesejahteraan bangsa. Sumber energi ini murah, mudah, dan berlimpah.

Maka, dengan sumber daya yang berlimpah ini, sebenarnya kita bisa melakukan efisiensi dan konservasi energi dengan baik. Tinggal lagi kesiapan sumber daya alat dan sumber daya manusianya. Ini beratnya.

Menurut Data Dirjen Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi KESDM dikatakan bahwa kapasitas pembangkit listrik terpasang dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) meningkat 7,9 persen pertahunnya.

EBT yang terdiri dari sumber energi surya, energi air dan mikrohidro, sumber energi angin, sumber energi panas bumi, sumber energi gelombang laut, dan sumber energi biomassa, serta sumber EBT lainnya di 2025 telah memenuhi target 45.047 MW.

Energi Baru untuk Indonesia

Ternyata peralatan yang menjadi sumber daya alat pada pembangkit energi kini sudah murah harganya. Sudah ada pula yang diproduksi massal. Sebab, itulah biaya pendirian sebuah pembangkit listrik dan energi tidaklah sebesar harga perkiraan lama. Belinya pun bisa online dari partai satuan sampai pabrikan.

Contoh nyata pembelian alat pembangkit listrik tenaga surya seperti yang dilakukan Anton, sang pengusaha jaringan internet. Ditambah lagi adanya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang seluruh pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan melibatkan masyarakat sebagai pengelola dan penyedia outputnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas