F.SPTI SUMBAR MINTA NASIB BURUH DI PERHATIKAN

     Padang-today.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (DPD F.SPTI) Sumbar, Hermanto meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib buruh di Sumbar.

Advertisements

     “Kepada pemerintahan yang ada di Sumbar, mulai dari pemprov hingga pemkab dan pemko agar memperhatikan nasib para pekerja yang ada saat ini,”kata Hermanto di Padang.

      Dari hasil pengamatan tambah Hermanto, masih ada pihak perusahan yang memberi gaji buruh/pekerja di bawah UMR tahun 2017.

    “Kenapa pemerintahan selalu berpihak sama pengusaha dan selalu membelakangkan buruh/pekerja,sementara nasib buruh masih terabaikan,”tegasnya.

     Ia menambahkan,sekarang ini saja harga sudah naik,gaji buruh masih dibawah standar,bagaimana para buruh untuk menafkahi keluarganya.

      Gaji buruh yang diterima dari perusahaan yang diterima belum layak. Lebih parah lagi bila terjadi kecelakaan kerja sulit mendapatkan jaminan kesehatan dimana para buruh bekerja.

       “Hal ini harus menjadi perhatian dari pemerintah terutama nasib buruh,”imbuhnya.

     Hermanto menyatakan ada beberapa tuntutan yang disampaikan sejumlah federasi maupun perhimpunan kaum buruh di pusat itu diantaranya; menolak upah murah. KSPI meminta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dicabut.

    Selain itu, para buruh melakukan penolakan terhadap tenaga kerja asing (TKA) buruh kasar asal Cina. “KSPI menginginkan pencabutan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing,”ungkapnya.

     Terkait aksi demo buruh pada Rabu (1/5),Hermanto menyatakan,F.SPTI Sumbar, yang menjadi salah satu organisasi buruh yang ada di Sumbar ini justru tidak melakukan aksi demontrasi memperingati Hari Buruh tersebut.

      Sikap federasi buruh yang dipimpinnya tidak akan ambil bagian aksi demontrasi jika ada dari beberapa organisasi atau perkumpulan buruh melakukan aksi demo Hari Buruh (May Day) tersebut.

     “Saya mengintruksikan kepada  seluruh angaota saya yang ada di 19 kabupaten kota di Sumbar untuk tidak ikut melakukan aksi demontrasi. Karena kami di Sumbar tidak bisa memutuskan tentang beberapa tuntutan yang disampaikan sejumlah federasi buruh yang melakukan aksi demo mereka di Jakarta tadi pagi,”imbuh Hermanto

     Alasan Hermanto tidak bisa memutuskan tuntutan dari beberapa federasi buruh dari pusat itu pada federasi yang dipimpinnya di Sumbar itu karena apa yang jadi tuntutan itu kebijakannya ada di pusat pula, bukan berada di daerah.

      Di pihak lain, Ketua FSPTI Kota Padang, Jimmy Luthan mengatakan akan mengikuti instruksi yang disampaikan DPD FSPTI Sumbar untuk tidak ikut melakukan aksi demo menyambut Hari Buruh ini.

    “Kami taat dengan instruksi FSPTI Sumbar,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*