Fallyanthus, Pengusaha Muda dan Relawan Sosial

Padang–Siapa warga Padang yang tak kenal Chocolate Changer? Minuman yang kaya rasa kokoa asli ini, bisa kita temukan di Jl. Permindo depan Sari Anggrek Padang, dan baru-baru ini membuka cabang di depan Universitas Negeri Padang (UNP).

Bahkan, Chocolate Changer menjadi favorit dikalangan pelajar dan mahasiswa. Meledaknya peminat Chocolate Changer di pasaran, tak lepas dari kontribusi tokoh sukses dibalik minuman sehat Chocolate Changer yang lahir dari buah peluh wirausahawan muda, Fallyanthus. Menamatkan jenjang pendidikan di tahun 2012, gagasan untuk berwirausaha telah ia tanamkan didirinya.

“Semenjak dulu saya memang ingin berwirausaha, membuka lapangan kerja sendiri. Karena seharusnya pendidikan membawa kita untuk membuka lapangan kerja, bukannya mencari pekerjaan,” tutur Fallyanthus.

Dari titik nol, ia mencoba membangun usaha kopi luwak. Bermodal pinjaman usaha dari teman-teman, Fallyanthus dan sang adik, Elsa Wellya melakukan pendekatan dan bermitra dengan petani kopi di Solok. Ia juga sempat belajar pengolahan kopi di Lampung dan Jabar. Juga mencari Musang ke pedalaman-pedalaman Sumbar selama berbulan-bulan untuk dibiakkan mengolah kopi luwak.

“Produk yang dihasilkan saat itu banya tantangannya pas dipasarkan. Terhitung entah berapa kali kami tertolak di pasaran,” kenang Fallyanthus.

Banyak cara ia geluti agar usahanya berbuah hasil. Pasarnya kopi memang segmented, produknya mendapat perhatian lintas negara. Beberapa kali ia mengikuti bazar di Jakarta dan Sumbar Ekspo, disinilah ia bertemu eksportir bubuk coklat yang melahirkan idenya untuk mengemas produk murah dan disukai oleh berbagai kalangan.

Kembali ke kediaman di Padang, ia mulai merancang, bereksperimen dengan rasa, desain produk, dan mulai ia jalankan di akhir tahun 2013. Rumus yang ia tambahkan dalam memulai usaha kali ini adalah mempertajam tingkatan berbagi manfaat dengan sesama lewat sedekah, dan aktivitas kerelawanan.

“Alhamdulillah, usaha ini membuahkan hasil. Mungkin ini juga cara Allah menunjukkan jalan usaha yang benar. Karena saat bereksperimen dengan kopi luwak dulu, kita melibatkan hewan, kasihan sama hewannya, akhirnya kami lepaskan lagi ke habitatnya,” sambung Fallyanthus.

Fallyanthus aktif terlibat dalam aksi kerelawanan bersama Dompet Dhuafa Singgalang semenjak 2012. Tak hanya itu, ia juga support para relawan dalam aksi, salah satunya dengan berbagi kesegaran minuman coklat hasil usahanya ini.

Dilingkungan tempat tinggalpun ia terkenal suka berbagi sesama. Sedekah dan infak, melekat di dirinya sebagai bentuk syukurnya kepada Allah yang mempermudah rizkinya.

“Saya hanya belajar bahwa infak dan sedekah yang kita salurkan merupakan bentuk asuransi diri kita kepada Allah. Dan dari penghambaan kita lewat amalan baik, maka Allah juga menjamin kecukupan rizki kita,” pungkas Fallyanthus. (n/admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*