Festival Pesisir Meriah, Ribuan Orang Padati Pantai Gandoriah

Wako Pariaman memberikan kata sambutan saat penutupan Festival Pesisir 2015.

Wako Pariaman memberikan kata sambutan saat penutupan Festival Pesisir 2015.

Advertisements

Pariaman,Padangtoday.com-Ribuan Orang memadati Pantai Gandoriah tempat dilaksanakannya Festival Pesisir Kota Pariaman tahun 2015, Minggu (31/5/2015). Mereka hadir untuk menyaksikan penutupan Festival Pesisir ini yang selama penyelenggaraanya telah banyak menyedot wisatawan baik lokal maupun wisatawan.

Dihari terakhir kegiatan ini Ribuan pengunjung tersebut terlihat mengerumuni stand pameran di sebuah tenda raksasa berpendingin AC yang mampu memuat 20 galeri. 20 stand pameran tersebut terdiri atas galeri peraga Bank BNI, BRI, BSM, Dinas Budpar Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, stand Sekretariat Kota Pariaman, stand DKP, serta stand BUMD dan kalangan umum lainnya. Selain itu juga digelar bazzar diluar lokasi tenda oleh berbagai usaha kreatif dan home industri dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Acara pamungkas di hari terakhir Festival Pesisir Pariaman 2015 memukau pengunjung yang memadati Pantai Gandoriah Pariaman, Diantara tiga perlombaan yang paling menyedot perhatian wisatawan, media lokal dan nasional tersebut adalah lomba beruk memanjat kelapa yang terlaksana atas kerjasama Kodim 0308 Pariaman dengan Pemko Pariaman. 42 ekor beruk tangguh ambil bagian unjuk kebolehan memanjat batang pinang setinggi 20 meter dalam memetik dua tandan buah kelapa yang menjadikannya perlombaan paling unik selama Festival Pesisir Pariaman 2015.

Kemudian, disaat yang sama juga digelar lomba memasak sala bulek sekaligus mencatatkan rekor dunia di Musium Rekor Indonesia (MURI). MURI mencatat lebih dari 40.000 lebih sala bulek yang dimasak peserta pada lomba itu merupakan sala bulek terbanyak yang pernah dimasak di dunia. Untuk itu, kata Yusuf Ngadri, Senior Manager MURI, Kota Pariaman masuk kedalam museum rekor MURI 2015.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutan penutupan Festval Pesisir Kota Pariaman Tahun 2015 mengatakan, sala lauak atau sala bulek merupakan makanan khas Pariaman dan harus di boomingkan dengan menggelar festival masak sala bulek agar lebih dikenal kalangan luas bahkan hingga ke mancanegara.

“Festival ini akan kita jadikan kalender tetap tahunan pariwisata. Namanya akan diubah dari festival pesisir jadi festival gandoriah atau festival angsoduo agar identik dengan Kota Pariaman “, jelasnya.

Dikatakan Mukhlis, dari 10 lomba yang diadakan pada Festival Pesisir, bertujuan untuk melestarikan seni kebudayaan, kuliner, agar Pariaman selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Ini adalah pesta rakyat, untuk itu saya harapkan kepada seluruh masyarakat Pariaman agar mendukung program pariwisata yang sedang gencarnya kami galakkan. Kita hanya punya alam yang indah. Hanya pariwisata satu-satunya yang bisa memajukan kota kita. Bersikaplah sebagai pelaku wisata yang baik. Buang jauh-jauh ilmu ajimumpung dalam berjualan atau main pakuak, agar pengunjung tidak kecewa dan memblack campaigne Pariaman yang implikasinya akan membuat citra buruk bagi daerah kita,” kata Mukhlis Rahman menghimbau kesadaran masyarakat.

Diakhir acara dilanjutkan dengan penyerahan piala, tabanas dan sertifikat penghargaan kepada masing-masing pemenang lomba. Hadir dalam penutupan Festival Pesisir ini Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Sekdako Armen, Ketua TP PKK Ny. Reni Mukhlis, Ketua GOW Ny. Lucy Genius, Pimpinan DPRD Kota Pariaman Jon Edward dan Syafinal Akbar, Rombongan MURI Indonesia, Dandim 0308 Pariaman Persada Alam, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Efendi Jamal, Kepala Bank Nagari, BRI dan BNI, Kepala SKPD, Kabag, Camat dan Kepala Desa/Lurah di Pemko Pariaman.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*