FKUB Limapuluh Kota ke Toba Simosir, Kerukunan Itu Mahal

Rombongan FKUB Limapuluh Kota dan Pemkab Kabupaten Toba Samosir

Rombongan FKUB Limapuluh Kota dan Pemkab Kabupaten Toba Samosir

Advertisements

Toba Samosir, PADANG-TODAY.com-Forum Komunikasi Umat Beragama Limapuluh Kota dalam upaya peningkatan wawasan pengurus melakukan kunjungan Muhibah ke FKUB Kabupaten Toba Samosir, pekan lalu. FKUB merupakan fórum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

Dua belas jam perjalanan darat ditempuh. Sabtu (16/4) rombongan FKUB Limapuluh Kota lalu disambut oleh Pemerintah Daerah dan Pengurus FKUB Kabupaten Toba Samosir di Aula Gereja Katolik Paroki St Yosep Balige. Bupati Kabupaten Toba Simosir Ir Darwin Siagian diwakili oleh Asisten I Robert Gono Hutajulu menyampaikan, Horas! atau selamat datang di Kabupaten Toba Samosir yang dikenal dengan nama Tobasa.

”Bagi kami, kunjungan FKUB Limapuluh Kota merupakan satu kehormatan, mudah-mudahan kehadiran bapak-bapak semua akan menjadi jembatan silaturahmi bagi kita semua,” kata Asisten Bidang Pemerintahan itu.

Dijelaskan, suasana kerukunan kehidupan bergama di Kabupaten dengan 16 Kecamataan ini terjaga dan berjalan sangat harmonis, ini semua tentu atas dukungan serta kerja nyata yang telah dilakukan oleh FKUB, kelompok adat dan tokoh masyarakat.

”Kerukunan itu mahal, saya tentu berharap FKUB konsisten untuk terus menjadi perekat kerukunan umat beragama. Perbedaan, merupakan satu keniscayaan yang alamiah. Mari kita jadikan perbedaan sebagai lokomotif untuk memperkokoh kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat eksistensi NKRI. Kita semua tentu memiliki tujuan yang sama menjaga NKRI dari berbagai upaya perpecahan yang timbul di nusantara ini,” pungkas Robert Gono Hutajulu.

Gusman Piliang

Sementara itu Kakan Kemenag Limapuluh Kota Drs H Gusman Piliang MM, sekaligus Penasehat FKUB memaparkan kunjungan muhibah ke FKUB Tobasa ini dilaksanakan setelah dilakukan pengamatan serta menggali berbagai informasi terkait struktur sosial masyarakat yang majemuk di Kabupaten Toba Samosir.

”Namun uniknya, belum pernah terjadi konflik kerukunan antara agama di Tobasa. Kondisi yang sama juga berlaku di Limapuluh Kota. Saya bisa pastikan tidak ada gesekan antara umat beragama yang mengarah kepada konfik horizontal,” ujar H Gusman Piliang dalam sambutannya di Aula Gereja Katolik Paroki St Yosep Balige itu.

Pertemuan ini, aku Gusman Piliang, tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja, lebih dari itu dia berharap muhibah ini dapat kita jadikan ajang silaturahmi dan tukar informasi berkaitan dengan pemeliharan kerukunan umat bergama di daerah masing-masing.

”Kondisi yang relatif sama antara Limapuluh Kota dengan Toba Samosir tentu kita berharap kerukunan umat beragama di dua daerah ini dapat menjadi rujukan kerukan umat bergama secara nasional,” ujar Gusman Piliang berharap.

Hendaknya dua daerah ini jadi pilot project bagi Indonesia, kita di daerah saja berhasil membangun suasana kerukunan yang tidak hanya bersumber pada ajaran suci agama masing-masing. Tapi juga ditompang oleh kearifan lokal yang lahir dari budaya masyarakat.

”Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk bersikap tidak bertoleransi. Menurut hemat saya, seluruh ajaran agama menuntun umatnya untuk hidup rukun, damai dalam semangat manunggal. Ajaran tersebut juga kita temukan dalam budaya masyarakat Minangkabau dan budaya masyarakat Batak,” simpul pria kelahiran Padang Sidempuan ini.

Hal senada diamani, Raden Awaludin Ketua FKUB Limapuluh Kota didampingi penggurus lainnya. Katanya, pertemuan ini sebagai wahana untuk transaksi ide, bertukar informasi dalam upaya kita bersama memperkokoh kerukunan umat beragama, dengan sendirinya kita telah menjaga persatuan NKRI.

”Atas nama pengurus FKUB Limapuluh Kota, saya mengucapkan terimakasih serta apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Toba Samosir bersama FKUB Toba Samosir atas berkenannya menerima kehadiran kami di daerah ini,” ujar Raden Awaludin.

Ketua FKUB Toba Samosir melalui Sekretaris AS Pagaribuan menyampaikan, kunjungan ini tentu memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak. Dalam kerangka menciptakan pola pembangunan kerukunan umat beragama.

”Harapan saya sama dengan kita semua mudah-mudahan pola kerukunan yang telah kita ciptakan dan kembangan ini menjadi contoh serta inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, kita harus terus mensosialisasikan Aqidah terjamin, Kerukunan terjalinan,” pungkas AS Pangaribuan.

Di akhir kegiatan kedua belah pihak bertukar cindera mata, tanda kita semua hidup di bumi yang sama, memiliki tanggung jawab yang sama, walau memilki aqidah yang berbeda.

”Namun, kita dapat bekerjasama dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” tukuk Gusman Piliang.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*