Gara-Gara Pembangunan Rumah Dinas Kacabjari Suliki Pj.Walinagari Pecat Kepala Jorong

Kepala Jorong Guguak Palano, Nagari Suliki, Ferry Zulhasdi--

Kepala Jorong Guguak Palano, Nagari Suliki, Ferry Zulhasdi

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com–Tindakan semena-mena yang dilakukan Pj.Walinagari Suliki, Yerri Putri,SH, yang telah memecat, Ferry Zulhasdi, sebagai Kepala Jorong Guguak Palano, ternyata kasusnya berbuntut panjang.

Betapa tidak, Ferry bersama pengurus Karang Taruna didukung masyarakat Jorong Guguak Palano, tidak menerima atas pencopotan dirinya itu. Menurut warga setempat, pencopotan Ferry sebagai Kepala Jorong, tidak didasari aturan, kecuali hanya dilandasi sakit hati.

Sebagai sikap protes atas tindakan semena-mena Pj.Walinagari Suliki itu, pengurus Karang Taruna didukung tokoh masyarakat Jorong Guguak Palano, melayangkan surat ke lembaga Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Suliki. Mereka meminta, Yerri Putri, diberhentikan sebagai Pj.Walinagari, karena tindakannya telah menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Ketua Karang Taruna Nagari Suliki, Dodianto, ketika diminta komentarnya membenarkan adanya tuntutan warga untuk mencopot, Yerri Putri, sebagai Pj.Walinagari Suliki. “Tindakan, Yerry Putri, telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Untuk itu, warga mendesak Bamus untuk memberhentikan Yerry Putri sebagai Pj. Walinagari,” ujar Dodianto.

Sementara itu Ferry Zulhandi, ketika dikonfirmasi membenarkan kasus pencopotan dirinya itu.  “ Pj.Walinagari tidak hanya mencopot saya sebagai Kepala Jorong, tetapi melalui surat resmi No.880/45/Pem-Slk/XI/2015 tanggal 9 November 2015, dia juga memberhentikan saya sebagai Ketua TPK dan Ketua Pemuda Nagari Suliki,” ungkap Ferry.

Ferry mengaku  tidak tahu, kenapa dirinya dipecat oleh Pj. Walinagari. “Yang jelas, tindakan Pj. Walinagari memecat dirinya tanpa dasar, telah mempermalukan dirinya dalam nagari, sekaligus telah mencemarkan nama baik pribadi dan keluarganya,” aku Ferry.

Diakui Fery, sudah 15 tahun dia menjadi Kepala Jorong, nama baiknya tidak pernah cacat. “Namun, entah kenapa, tiba-tiba saja Pj. Walinagari memberhentikan saya sebagai Kepala Jorong. Hal itu tidak bisa saya terima karena telah merugikan nama baik saya dan keluargar saya” ujar Ferry sambil mengaku akan melaporkan kasus itu sampai ke lembaga penegak hukum sebagai tindak pidana pencemaran nama baik. Dengan alasan harga diri, besok saya akan membuat laporan ke polisi ,” ancam Ferry.

Ferry mengakui, usai sholat Jum’at (13/11) warga melakukan musyawarah di Mesjid Abrar Guguak Palano. “Isi musyawarah warga itu menyatakan, tidak setuju pemberhentian saya sebagai Kepala Jorong dan notulen rapat itu sudah dikirim ke Bamus,“ ujarnya.

Meski kisruh antara Ferry dengan Pj.Walinagari itu sudah meluas ketingkat keresahan masyarakat, namun dia menjamin dan berjanji akan mengamankan situasi di Jorong Guguak Palano.

“ Tapi jika, Pj.Walinagari bersikap lain, warga siap turun dan  tindakan itu akan mendapat dukungan dari Kepala Jorong lainnya yang ada di nagari Suliki,” aku Fery.

Ternyata, tindakan Pj. Walinagari yang telah memberhentikan Fery Zulhasdi sebagai Kepala Jorong, Ketua TPK dan Ketua Pemuda itu, dikecam keras oleh Ketua Bamus Nagari Suliki, Armendo.  Menurut Armendo, pemberhentikan Ferry sebagai Kepala Jorong, tidak berdasar dan tidak dilandasi aturan hukum dan semena-mena.

Menurut Armendo, belakangan surat pemberhentian itu dicabut kembali oleh Pj.Walinagari dan mengantinya dengan surat skorsing untuk Ferry selaku Kepala Jorong.

“Surat pemberhentian ataupun skorsing yang dikeluarkan Pj. Walinagari itu, jelas tidak mendasar. Untuk itu, kami minta Bamus menyikapi kasus ini, karena sejuah ini tindakan Pj. Walinagari telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat Jorong Guguak Palano,” ujar Armendo.

Sementara itu, Pj.Wali Nagari Suliki, Yerry Putri, ketika dikonfirmasi mengakui surat pemecatan yang dikeluarkannya kepada Ferry Zuhasdi, sudah benar dan memenuhi aturan.

“ Hubungan saya dengan Ferry tidak harmonis. Ferry tidak menghargai saya selaku Walinagari dan ikut serta menandatangani surat somasi atau pencopotan dirinya sebagai Pj.Walinagari yang dilayangkan KAN. Tak hanya itu, diundang setiap ada rapat jorong, dia tidak mau hadir, bertemu tidak mau menegur. Sebagai atasan, saya merasa dilecehkan. Dan, demi menjaga harkat dan martabat seorang Walinagari, saya harus berani mengambil sikap tegas mepemberhentikannya sebagai Kepala Jorong. Menurut undang-undang itu dibolehkan, karena jabatan jorong ditunjuk oleh Walinagari” terang  Yerry Putri berkilah.

Yerry Putri mengakui bahwa, kisruh itu berawal dari kasus tanah Kejaksaan Negeri Cabang Suliki. “ Seorang ninik mamak Dt.Mangkuto, meminta kepada saya untuk menghentikan pembangunan rumah dinas yang sedang dibangun pihak Kacabjari Suliki, dengan alasan tanah itu adalah miliknya. Sementara pihak kejaksaan menyatakan tanah tsb telah diserahkan tahun 1984 oleh 3 pemerintahan nagari yakni Suliki, Kurai dan Pandam Gadang. Karena saya tidak mau menyetop pembanguan rumah danas itu, muncul surat dari KAN untuk memberhentikan saya sebagai Pj.Walinagari. Dan, salah satu pihak yang ikut menandatangani surat dari KAN itu adalah Ferry Zulhardi,” ungkap Yerry Putri.

Yerry Putri mengakui, setelah berkonsultasi dengan camat  dia sudah mencabut surat pemberhentian Ferry selaku Kepala Jorong dan mengantinya dengan surat pengskoran selama 3 bulan.

“ Jika pemberhentian itu diangap Ferry telah mencemarkan nama baiknya dan kemudian melaporkan saya ke polisi sebagai tindakan pidana pencemaran nama baik, saya siap melayaninya, “ tantang Yerry Putri

Sementara itu Camat Suliki, Riki Edwar, S.Sos ketika dikonfirmasi terkait kisruh Pj.Walinagari dengan Kepala Jorong tersebut, mengaku sudah memanggil Pj. Walinagari Yerry Putri atas kasus itu.

“ Saya sudah memerintahkan Pj.Walinagari itu untuk mencabut SK pemberhentian terhadap Kepala Jorong Guguak Palano tersebut, karena SK pemberhenrian itu tidak melalui prosedur yang benar dan melanggar PP. Sejauh ini, SK itu telah dicabut oleh yang bersangkutan, “ terang Camat.

Sejauh ini camat mengaku tidak mengatahui, jika kemudian Pj. Walinagari melahirkan surat baru yakni membuat surat pengskoran untuk Ferry Zulhasdi.

“ Saya tidak tahu ada surat pengskoran itu. Memangnya ini anak sekolah yang bisa diskor- skor. Yang jelas, baik surat pemberhentian atau surat skorsing yang dibuat Pj. Walinagari itu melanggar aturan. Seharusnya Walinagari tidak melakukan hal itu. surat pemberhantian dan skor itu, jelas keliru. Sampai kini, saya tidak tahu apa aturannya. Surat tersebut legal tidak sah,”  tegas Camat.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*