Gara gara Shabu Nyawa Hilang

Advertisements

Padang-today.com – Gara gara sabu tewasnya seorang warga kampung Buluh Apo Sungai Geringging II, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sunggai Geringging, Padang Pariaman, Sumbar, Kamis  (09/07) beberapa hari lalu.

Aksi pelaku pembunuhan itu, dengan cepat disikapi oleh pihak Polres Kota Pariaman setempat, tidak begitu lama pelaku pembunuhan inisial RA (17) dapat dibekuk tanpa perlawanan.

Kapolres Kota Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana dalam siaran press  nya, Jumat (17/7) mengatakan pelaku ditangkap, tidak beberapa lama setelah menghabisi nyawa korban.

Ia mengatakan, peristiwa pembunuhan pada hari Kamis (9/7) lalu yang mengakibatkan YS tewas bersimbah darah dihalalaman rumahnya, diketahui motifnya adalah Narkoba jenis Sabu.

“Sebelum terlibat perkelahian, antara pelaku dan korban adalah teman baik. Mereka sama-sama terlibat dalam penggunaan narkoba jenis Sabu,” ungkap AKBP Deny Rendra Laksmana, Jumat 17 Juli 2020 di Mapolres Kota Pariaman.

Dijelaskan, kronologi peristiwa tersebut berawal dari pertemuan antara tersangka, korban dan satu orang teman mereka.

“Kemudian mereka bertiga membeli Sabu, dimana tersangka RA meminjam uang kepada korban YS sebanyak seratus ribu rupiah. Setelah mendapatkan Sabu, RA pergi ke rumah orang tuanya untuk mengambil pisau yang akan digunakan sebagai pembuka bungkus Sabu. Setelah Sabu di dapat, mereka menghisap Sabu di salah satu kedai pada kawasan Sungai Geringgiang,” jelas Kapolres.

Usai menghisap Sabu mereka berpencar ke tempat masing-masing. Berselang beberapa jam, tersangka kembali mengajak temannya lagi untuk mengkonsumsi Sabu.

“Nah tersangka ingin lagi menghisap Sabu lalu menghubungi temannya itu. Karena mereka berdua tidak punya uang untuk beli Sabu, keduanya merencanakan untuk mencuri Sabu milik korban,” sebut AKBP Deny.

Tersangka dan temannya itu merencanakan untuk mencuri Sabu milik korban. Mereka melaju dengan motor menuju rumah korban. Sampai di rumah korban, teman tersangka meninggalkan tersangka sendirian di depan rumah korban.

“Nah saat itu tersangka mengendap ke belakang rumah korban dan masuk melalui pintu belakang untuk mencuri Sabu. Belum beberapa langkah aksi tersangka diketahui korban,” jelas Kapolres.

Lantaran melihat tersangka masuk ke rumah korban secara diam-diam, korban marah dan mengusir tersangka.

“Mereka cek cok setelah beberapakali berdebat di depan rumah korban. Korban geram dan pergi ke belakang mengambil parang untuk menggertak tersangka dan terjadilah perkelahian,” sebut AKBP Deny.

Diketahui juga, dalam perkelahian itu, korban menebas tersangka dengan parang namun tersangka menangkis tebasan itu dengan tangan kiri.

“Setelah itu, pelaku mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggang celana dan menusuk korban di bagian perut serta bagian tubuh lainnya. Korban tidak berdaya setelah mengalami sebanyak 10 kali luka tusukan dan sayatan pisau. Tidak sampai di situ, tersangka menghempaskan kepala korban ke tanah dan menghentikan hal itu lantaran melihat warga menuju tempat mereka berkelahi,” jelas Kapolres.

Setelah menghabisi korban pelaku bergegas menyembunyikan senjata tajam (Parang dan pisau) lalu meninggalkan lokasi perkelahian dan bersembunyi di ladang jagung.

“Setelah itu tersangka melarikan diri ke Maninjau, Kabupaten Agam, menuju rumah pamannya. Nah di sanalah (Maninjau) tersangka berhasil kami tangkap,” ungkap AKBP Deny. (SugeR)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*