Gelar Tadarus Tidak Sampai 50 Persen, Selebihnya Putar Kaset

Masjid Raya Sumatera Barat.

Masjid Raya Sumatera Barat.

Padang, PADANG-TODAY.com-Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, Yulius Said mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan minat umat muslim di Ranah Minang melaksanakan tadarus usai salat tarawih. Laporan DMI Sumatera Barat dari 4.838 masjid yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota, tidak sampai 50 % yang masih melaksanakan tadarus. Sebagian besar justru mengumandangkan Alquran dengan memutar kaset.

“Dulu selesai tarawih, ramai jamaah bertadarus. Sekarang ini, berdasarkan kunjungan kami ke lapangan sejak tahun 2009, sedikit sekali yang masih bertahan menggelar tadarus. Tidak sampai 50 persen, itu pun diawal-awal Ramadan, kalau sudah tengah bulan tambah loyo. Selanjutnya Garin yang putar kaset. Kaset nanti yang masuk surga,” ungkapnya usai menghadiri pembukaan tadarus dari masjid ke masjid di Masjid Raya Sumatera Barat, Senin (7/6) malam.

Menurut Yulius Said, kegiatan tadarus bukan sekadar membaca dan memperdengarkan Alquran, melainkan terdapat transfer ilmu dari ustadz atau orang yang telah mahir membacanya pada anak-anak.

Kendurnya tadarus saat ini, papar Yulius, berdampak terhadap kemampuan anak-anak sebagai generasi penerus dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Kekhawatirkan itu sudah terbukti. Banyak anak-anak yang masih salah dalam membaca Alquran. Tapi yang tidak bisa justru lebih banyak. Kalau ada tadarus, ada yang membimbing anak-anak untuk meluruskan bacaannya. Mungkin anak-anak sudah ikut TPA (Taman Pendidikan Alquran, red), tapi itu baru dasar,” tegasnya.

Berkurangnya pelaksanaan tadarus di masjid, menurut Yulius, harus menjadi perhatian seluruh pihak. Tidak semata alim ulama, namun juga pengurus masjid, masyarakat, hingga pemerintah.

Sekretaris Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ali Asmar menilai perlu adanya kerja keras dari pemerintah di Kabupaten/Kota untuk mendorong pengurus masjid supaya menyusun program tadarus agar lebih diminati oleh anak-anak dan remaja. Selain itu, para orang tua juga perlu memberikan dukungan pada anak-anaknya supaya tidak bermalas-malasan mengaji dan mengkaji Alquran sebagai tuntunan.

“Di masjid sudah ada TPA, tinggal bagaimana cara menarik santri TPA untuk ikut tadarus. Setiap Ramadan juga digelar pesantren untuk siswa, harusnya sekolah dan pengurus masjid juga bisa mengarahkan siswanya untuk ikut tadarus,” harapnya.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas