Genius Umar, Devisit Anggaran Dapat Ditutup Dengan SILPA

Genius Umar serahkan Nota keuangan RAPBD P Kota Pariaman 2018 kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora

Advertisements

Padang-today.com__ Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar, mengalami devisit anggaran di R APBD P 2018, disebabkan adanya penambahan anggaran pada tahun itu.

“Kalau kita bandingkan antara pendapatan setelah perubahan sebesar Rp. 652.572.082.342,51 rupiah, dengan belanja daerah sebesar Rp. 714.299.924.971,53 rupiah, terjadi defisit anggaran sebesar Rp. 61.727.842.629,02 rupiah,” kata Genius Umar pada saat pidato pengantar walikota terhadap nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (R APBD P) Kota Pariaman 2018, pada sidang paripurna DPRD Kota Pariaman dengan agenda mendengar Nota Keuangan dan RAPBD P Kota Pariaman 2018, Kamis 27/09/2018.

Dijelaskan, besaran RAPBD P Kota Pariaman 2018, yang mengalami penambahan, dimana pada Pendapatan daerah, diawal sebesar  Rp. 586.522.360.136,51, bertambah sebanyak Rp.  66.049.722.206,00 atau naik sebesar 11,26% menjadi Rp. 652.572.082.342,51 rupiah.

“Dana perimbangan tahun 2018 diawal Rp. 507.513.412.000,00, naik sebanyak Rp. 68.244.014.678 rupiah, atau sebesar 13,45% menjadi Rp. 575.757.426.678,00 rupiah. Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah tetap diangka Rp. 6.290.774.658,00 rupiah, sedangkan hasil restribusi daerah naik 0,49% sebesar Rp. 33.788.000 dari dana awal sebesar Rp. 6.939.770.414 menjadi Rp. 6.973.558.414,00 rupiah,” jelasnya.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dimana ditargetkan pada RAPBD awal 2018 sebesar Rp. 39.508.111.936,51 rupiah, di RAPBD P ini setelah pelaksanaanya, tidak mencapai target, atau berkurang sebesar Rp.  3.830.750.446,00 atau mengalami penurunan 9,70 %  menjadi Rp. 35.677.361.440,51 rupiah.

“Untuk perkiraan lain-lain pendapatan daerah yang sah tahun 2018, diawal Rp. 39.500.836.200,00, setelah perubahan bertambah sebesar Rp. 1.636.458.024,00, atau naik sebesar 4,14% menjadi Rp. 41.137.294.224,00 rupiah,” tuturnya.

Pada Balanja Daerah, pada APBD awal sebesar Rp. 585.522.360.136,51 rupiah, setelah perubahan bertambah 8,39% sebesar Rp. 55.267.668.655,41 menjadi Rp. 714.299.924.971,53 rupiah.

“Kalau kita bandingkan antara pendapatan setelah perubahan sebesar Rp. 652.572.082.342,51 rupiah, dengan belanja daerah sebesar Rp. 714.299.924.971,53 rupiah, terjadi defisit anggaran sebesar Rp. 61.727.842.629,02 rupiah,” tukasnya.

Defisit ini kita tutup dengan penerimaan pembiayaan daerah dari SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun lalu sebesar Rp. 63.227.842.629,02 rupiah, dikurang dengan Rp. 1.500.000.000, 00 rupiah yang digunakan untuk penyertaan modal pada Bank Nagari, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp. 61.727.842.629,02, digunakan untuk menutup defisit anggaran tersebut. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*