Genjot Produksi Padi, Limapuluh Kota Cetak Sawah 1.122 Hektar

Sawah di Kota Payakumbuh

Sawah di Kota Payakumbuh

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Upaya meningkatkan produksi padi, Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Tanpanghorbun) bakal cetak sawah sekitar 1.122 hektar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Tangpanghorbun, Aprizul Nazar.

“Kita ajukan untuk mencetak sawah sebanyak 1.122 hektar di Limapuluh Kota. Calon lokasinya di Nagari Maek, Kecamatan Bukitbarisan, Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Harau,”ungkap Kepala Dinas Tanpanghorbun

Calon lokasi cetak sawah baru, di Nagari Maek, Kecamatan Bukitbarisan direncanakan bisa dicetak sekitar 500 hektar, kemudian di Kecamatan Kapur IX bisa sekitar 200 hektar, di Kecamatan Pangkalan Kotobaru sekitar 100 hektar, ditambah di Kecamatan Harau, Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Suliki.

Saat ini jumlah sawah di Kabupaten Limapuluh Kota tercatat sebanyak 22. 222 hektar dengan produksi sekitar 5,6 ton per hektar. Diprediksi produksi padi dengan rata-rata 2 kali panen dalam setahun sekitar 248 ribu ton lebih pertahunnya. Hanya saja kondisi alam yang rawan bencana seperti banjir membuat kerawanan produksi padi ikut terancam.

Sementara progran intensifikasi pertanian yang terus digeber masih belum mampu meningkatkan produktifitas secara signifikan. Sehingga perlu dibantu dengan upaya penambahan jumlah luas sawah. Jika produksi per hektar sawah sebesar 5,6 ton, sedikitnya akan mampu jika mampu dilakukan cetak sawah baru sekitar 1.000 hektar, akan mampu memproduksi padi sekitar 5.600 ton.

Selain kerawanan bencana, alih fungsi lahan menjadi pemukiman atau pemanfaatan lainnya juga menyebabkan produksi padi menurun. Kendati di Limapuluh Kota belum menjadi persoalan serius, setidaknya sawah tetap bertambah dengan program cetak sawah baru ini.

Saat ini, kata Kadis, cetak sawah baru sudah hampir selesai sebanyak 70 hektar. Lokasinya terdapat di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan dengan luas lahan sekitar 43 hektar, kemudian di Nagari Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX seluas 19 hektar dan di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban seluas 7,5 hektar.

Mencetak sawah baru tersebut, lebih jauh disampaikan Aprizul Nazar berjalan cukup sukses. Hingga saat ini keseluruhan sawah sudah rampung dicetak menggunakan alat berat. Hanya saja di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban sedikit terkendala akibat sawah yang terpencar dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

“Sehingga proses pencetakan sawah baru dihentikan, sebab letak lokasi yang terpencar. Sehingga ketika satu lokasi selesai, untuk lokasi berikutnya kita harus melewati sawah lainnya yang sudah ditanami. Disitulah kesulitannya,” tambah Aprizul.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*