GOR Batutupang Bukan Tempat Pembuangan Sampah!

.

*Ali: Ini Kawasan Olahraga yang Harusnya Nyaman dan Asri
.

SOLOK, PADANG-TODAY.COM
Sampah memang bukanlah hal baru bagi masyarakat. Jika kita mendengar kata ini pasti terlintas dibenak kita sampah adalah semacam kotoran, setumpuk limbah, sekumpulan berbagai macam benda yang telah dibuang ataupun sejenisnya yang menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Tempatnya tentu harus disediakan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Namun, beberapa waktu belakangan ini, fenomena kurang sedap terlihat di Komplek Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Tabiang, Nagari Kotobaru Kabupaten Solok. GOR yang akrab disapa GOR Batutupang itu kini terkesan menjadi tempat pembuangan akhir sampah (TPAS). Setiap hari, ratusan kilogram sampah memenuhi tempat sampah yang hanya beberapa meter dari gerbang GOR. Bahkan sampah ini meluber karena tidak tertampung, hingga ke badan jalan yang menuju lapangan sepakbola.

Anehnya, sampah tersebut bukanlah “sampah olahraga”, yaitu sampai akibat aktivitas olahraga di kawasan itu. Sampah itu justru adalah sampah rumah tangga, karena terdiri dari sisa-sisa makanan dan berbagai barang-barang bekas rumah tangga. Baunya pun sangat menyengat, sebab selalu bertumpuk setiap harinya.

Salah seorang pekerja lepas di GOR Tuanku Tabiang, Ali Musa menyesalkan kondisi ini. Menurutnya hal itu disebabkan masyarakat di sekitar GOR membuang sampahnya ke bak sampah yang semestinya hanya menampung sampah dari GOR saja. Karena setiap hari ditumpuk, sampah tersebut selalu menimbulkan bau tidak sedap.

“GOR Batutupang merupakan kawasan olahraga dan wisata. Setiap hari masyarakat berolahraga di kawasan ini. Bahkan setiap pagi dan sore, masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Solok memanfaatkan kawasan ini sebagai pelepas lelah dan cuci mata. Jadi sangat disayangkan kawasan yang sangat indah ini, justru ‘dicemari’ luberan sampah. Apalagi bak sampah itu, hanya berjarak beberapa meter dari gerbang masuk,” ujarnya.

Saat ini, kawasan GOR Tuanku Tabiang memiliki satu lapangan sepakbola terbaik di Kabupaten Solok. Lapangan ini pernah menjadi stadion final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2004 lalu. Kemudian satu buah hall olahraga serbaguna yang bisa dipakai untuk bermain futsal, bulutangkis, basket, pertandingan beladiri dan kegiatan indoor lainnya. Hall ini menjadi pilihan utama masyarakat, pemerintah dan pihak swasta menggelar berbagai iven. Pasalnya, setelah Aula Solok Nan Indah di kawasan bekas perkantoran Pemkab Solok, disulap menjadi Islamic Center, Hall Batutupang menjadi pilihan utama.

“Sangat menyedihkan kalau kondisi ini terus berlanjut dan tidak mendapatkan perhatian. Sebagai kawasan olahraga dan wisata terlengkap dan representatif di Kabupaten Solok saat ini, sangat menyedihkan kalau aset ini justru kotor dan menebar bau busuk. Kami berharap masyarakat sekitar tidak lagi membuang sampahnya di sini,” harapnya. (*)

[YANCE GAFFAR / RIJAL ISLAMY]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*