Gubernur Aceh Tolak RUU Pilkada Yang Dipilih Oleh DPRD

gubernur acehAceh, PADANGTODAY.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menolak Rancangan Undang-undangan Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang akan mengatur ketentuan Gubernur maupun Bupati dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Menurut Zaini pemilihan langsung oleh rakyat lebih baik.

Advertisements

“Pilkada langsung itu jauh lebih baik dari pada dipilih oleh DPRD,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Sabtu (13/9) di sela-sela pertemuan di IMT GT di Banda Aceh.

Zaini juga menekankan jika evaluasi soal pemilihan kepala daerah yang sedang bergulir saat ini merupakan kemunduran demokrasi di Indonesia. Menurutnya Pilkada langsung dipilih oleh rakyat secara langsung adalah sebuah bentuk ideal dari sebuah demokrasi. Demikian juga RUU ini juga telah memangkas hak-hak politik rakyat yang telah diatur oleh konstitusi negara.

“Memang sulit untuk dikomentari, tetapi ini kita mundur secara demokrasi,” jelasnya.

Lanjutnya, seharusnya demokrasi di Indonesia harus jauh lebih maju di masa yang akan datang. Bukan malah demokratisasi bangsa Indonesia jauh lebih mundur ketika Pilkada kembali dipilih oleh DPR.

Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (ZIKIR) merupakan produk politik Pilkada secara langsung pada pemilihan tahun 2012 lalu di Aceh. Keduanya merupakan mantan pentolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Muzakir Manaf merupakan panglima GAM saat itu sedangkan Zaini Abdullah merupakan tokoh senior GAM yang harus minggat dari Indonesia dan menetap di Swedia saat Aceh masih konflik sebelum perjanjian damai MoU Helsinki.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*