Guru SMT Unjuk Gigi di Kelas, Siswa Senang

Antusias murid-murid salah satu sekolah dasar lewat metode pembelajaran para guru SMT.

Antusias murid-murid salah satu sekolah dasar lewat metode pembelajaran para guru SMT.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Semenjak berjalannya program mulai Februari hingga pertengahan Maret ini, para guru peserta program School of Master Teacher (SMT) mendapat begitu banyak bekal materi yang aplikatif. Seperti materi tentang Display yang diberikan Minggu (15/3) lalu.

Materi ini sangat menarik dan diminati oleh para peserta. Materi ini mengajak guru untuk lebih kreatif dalam menata kelas. Pemateri merupakan kolaborasi dua Koordinator pelaksana SMT, Rizki Ikhwan, dan Tryas Wardani yang menyampaikan materinya di ruangan kuliah kampus STMIK Indonesia , Jl. Veteran Padang.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, selain materi berupa teori, guru juga dibimbing dalam kelompok utk merancang sebuah display yang nantinya dipakai dalam pembelajaran. Display ini sangat bermanfaat dan disenangi oleh siswa, selain nantinya bisa berupa hiasan kelas, display juga berfungsi untuk informasi bagi siswa, sebagai wadah untuk evaluasi, dan juga pajangan sebagai penghargaan kreativitas siswa.

Setelah menerima materi, para guru termotivasi untuk mengaplikasikan ilmu yang diberikan di sekolah masing masing.

Observasi ke sekolah merupakan bagian dari keseluruhan program SMT. Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk mereview, mengevaluasi, serta meng-upgrade kembali cara serta metode pembelajaran yg dilakukan oleh para guru di sekolah mereka masing-masing.

Setelah dibekali dg perkuliahan tatap muka setiap minggunya, diharapkan pada observasi ini guru mulai mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan.

Umumnya guru akan canggung dan cemas ketika diobservasi. Namun SMT menawarkan pola yang berbeda. SMT menggunakan pola sharing dan diskusi yang membuat para guru saling berkontribusi untuk memberi masukan yang membangun.

Urusan poin nilai belakangan, yang penting para guru mengenal baik materi dan kelas yang ia gawangi. Hebatnya, setelah melakukan observasi tahap I ini, pada umumnya guru sudah dapat menerapkan pembelajaraan yang kreatif.

“Kami memfokuskan nilai-nilai baik seorang guru, seperti yg telah kita ketahui, SMT ini berusaha membentuk kami menjadi guru 3P (Pengajar, Pendidik dan Pemimpin),” Urai salah satu guru peserta program SMT saat observasi, Cici Kurnia.

Cici menambahkan, upaya dalam membentuk guru 3P tersebut dengan menanamkan nilai-nilai berupa profesionalisme, kasih sayang, tanggung jawab, kepedulian serta ukhuwah agar dapat mendidik secara tulus dan ikhlas.

Para guru ini memakai alat peraga, media display, apersepsi, ice breaking, serta model pembelajaran yang membuat kelas sudah terkondisikan dengan baik.

Menggawangi aktivitas SMT, Dompet Dhuafa Singgalang turut mendukung kegiatan SMT ini agar terkawal dengn baik. Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, menyatakan kesiap-sediaanya menjadi bagian yang selalu bersinergi demi pertumbuhan yang baik di dunia pendidikan.

“Anak-anak tidak akan bisa mengembangkan potensi tanpa dukungan dan keterlibatan guru dalam mendukung kreativitas mereka. Oleh karena itu Dompet Dhuafa Singgalang selalu siap-sedia bersinergi dengan berbagai pihak yang memberi inovasi yang mencerahkan pendidikan anak-anak Indonesia,” pungkas Musfi. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*