GWH Ngaku Dirreskrimsus Polda Sumbar, Raup Uang Rp35juta


Advertisements

Padang-today.com – GHW (32) mengaku Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar melakukan aksi penipuan meminta sejumlah uang kepada pada korbannya.

“GHW warga Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo melakukan aksi penipuan mengaku Kol Joko Sadono Dirreskrimsus Polda Sumbar, aksi pelaku meraup uang puluhan juta rupiah, ditangkap polisi,”kata Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setianto di Padang.

Menurut dia, pelaku ditangkap anggota Dirreskrimsus pada 5 Januari 2021 sekira pukul 18.00 WIB di daerah Kecamatan Nanggalo.

“Pelaku ditangkap atas laporan masyarakat no LP/470/XII/2029/SPKT-Sbr tanggal 25 Desember 2020 dan no LP 472/XII/2020/SPKT-Sbr tanggal 28 Desember 2020 adanya penipuan online melalui akun medsos yakni Facebook dan Whatsapp atas nama Joko Sadono Dirreskrimsus Polda Sumbar,”ujar dia.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono membenarkan penangkapan tersangka inisial GWH melakukan penipuan melalui akun medsos.

“Pelaku lakukan aksi penipuan melalui akun media sosial (Medsos) Facebook dan Whatsapp Joko Sadono kepada calon korban,”ujar dia.

Dia menyebutkan modus dilakukan yakni pelaku kenalan dengan calon korban di Facebook selanjutnya memberikan nomor Whatsapp. Selanjutnya melakukan percakapan, dimana pelaku mengatas namakan Dirreskrimsus Polda Sumbar.

Pelaku meminta sejumlah uang pada korban dengan alasan transportasi istrinya (Dirreskrimsus,red) dari Surbaya menuju Padang, serta untuk biaya operasional anggotanya dalam penyelesaian kasus perkara dialami oleh korban.

Korban pertama, pelaku meraup uang dari korban sebanyak Rp 20 juta yakni dua kali pengiriman transfer ke rekening pelaku. Korban kedua pelaku mendapatkan uang sejumlah Rp15 juta,”jelas dia.

Aksi kejahatan dilakukan petugas mengamankan barang bukti berupa tujuh unit handphone berbagai merk, 6 Sim Card Telkomsel serta dua buah buku tabungan dan ATM. “Pelaku diancam pasal 51 ayat 1 jo Pasal 35 jo pasal 45A ayat 1 jo pasal 28 ayat 1 UU 19 2016 tentang perubahan UU 11 2008 tentang ITE jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP,”pungkas Joko Sadono.

Dia menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan dan penyelidikan Polda Sumbar untuk dilakukan pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*