H Rifa Yendi Menangis, Bursa Bakal Calon Bupati Limapuluh Kota Kian Memanas

BUPATI-50-KOTA

H Rifa Yendi SH menangis, batu pertama Masjid Taufik diletakkannya

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com – Iman dan Islam. Dua hal ini yang menguat di diri H Rifa Yendi SH, tokoh besar yang rela pulang kembali ke kampung halaman untuk tekad kuat menjadi Bupati Limapuluh Kota ke depan. Soal modal, tidak seperti Habib, tampaknya Rifa Yendi lebih siap dengan tim dan personil yang menyebar aktif di lapangan. Lebaran tahun ini, Rifa Yendi menyapa dan menyalami seluruh masyarakat Limapuluh Kota, langsung atau pun melalui baliho.

Taufik, wartawan yang memiliki naluri politik yang tinggi ini, lengkap catatan baik H Rifa Yendi SH, menuturkan bahwa dirinya menjadi saksi bersama seluruh masyarakat Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Senin (11/8). H Rifa Yendi menangis usai bergotong royong serta meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taufik.

”Semuanya kehendak Allah SWT. Bahkan nama Masjid Taufik itu sudah direncanakan lama oleh masyarakat Kubang Rasau. Sungguh mulia, saya saksikan H Rifa Yendi sedu sedan usai mengaduk semen dan pasir serta meletakkan batu pertama pondasi masjid,” ujar Taufik serius.

H Rifa Yendi SH memang rendah hati. Ia kemudian menceritakan sebab ia terpercik air mata. Kali ini ceritanya saat sekembali dari Kubang Rasau ia sempatkan singgah duduk sebentar di Balai Wartawan.

”Saya menangis haru, bahwa rumah Allah sedang dibangun. Sayalah yang diberi kehormatan oleh masyarakat untuk meletakkan batu penyokong rumah mulia ini. Insya Allah berkah!” ungkap H Rifa Yendi SH menyampaikan makna tangis harunya itu.

Selain H Rifa Yendi, Wakil Bupati H Asyirwan Yunus juga sibuk berkunjung ke seluruh pelosok daerah. Dimulai sejak lama. Jauh-jauh hari. Tak kalah dengan Jokowi, yang masih bisa naik kendaraan sampai tujuan, Asyirwan Yunus bahkan rela menyeberang seutas tali seperti berakrobat di Nagari-Nagari yang masih terujung.

Ada Onzu Krisno. Kabiro Organisasi Pemprov Sumbar ini asli anak nagari Sungai Kamuyang. Onzu Krisno cukup idealis. Ia sedang bersilaturahmi ke kantong-kantong peradaban di Limapuluh Kota. Ia sedang mengumpulkan opini dukungan dan tekad agar ia maju menjadi kepala daerah.

Ya, masih banyak nama lain yang kini disengat wabah turun ke lapangan alias turlap. Bermacam judul kegiatan dan temanya. Namun, pastinya, sebelum ada pengumuman tahapan Pemilu Kepala Daerah Limapuluh Kota yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum, mereka terus akan melakukan survey pasar politik di Limapuluh Kota.(malin)