Habisi Nyawa Teman Sendiri Karena Sakit Hati

ILUSTRASI.

ILUSTRASI.

Advertisements

Medan, PADANGTODAY.COM-Dua pelajar di Kota Medan tega menghabisi nyawa temannya sendiri karena sakit hati. Salah seorang pelaku merasa sering diejek tak punya motor dan disuruh-suruh korban. Otak pembunuhan adalah Jos (17) teman sekelas korban, Alw (17), di salah satu SMA di Kota Medan..

Unit Reskrim Mapolsekta Helvetia mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat peristiwa kriminal ini dari tempat yang berbeda pada Kamis (16/4/2015) malam kemarin. Selain Jos, enam pelajar yang ditangkap adalah Jub, Wil, Jun, Feb, Mark dan Has.

“Dari para pelaku kita sita barang bukti 1 unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU BK 2011 BS, 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 3653 XB dan uang tunai Rp 3,2 juta,” kata Kapolsek Helvetia, Kompol Ronni Bonic, Jumat (17/4/2015).

Menurut Kapolsek, kasus ini terungkap dari laporan keluarga korban dan ditangkapnya pelaku Wil dan Feb. Saat itu kedua pelaku sedang menjual sepeda motor korban yang telah dimodifikasi seharga Rp 3,5 juta kepada Mark dan Has.

Setelah uang di dapat, keduanya menyerahkan uang sebesar Rp 3,2 juta kepada otak pelaku Jos. Sisanya dipegang Wil selaku pemilik bengkel.

Sementara, pelaku Jun menjual telepon seluler korban ke Plaza Millenium Medan seharga Rp 1,2 juta.

“Selesai menjual sepeda motor rampokan, kita mengamankan empat pelaku. Setelah dilakukan pengembangan, kita lalu mengamankan ketiga pelaku lainnya. Motif perampokan dan pembunuhan ini dilatarbelakangi sakit hati pelaku ke korban yang merupakan teman sekelasnya. Dia sering diejek dan disuruh lantaran tidak punya sepeda motor,” kata Kapolsek.

Peristiwa ini bermula ketika Jos menghubungi Jub untuk datang kerumahnya pada Jumat (3/4/2015) lalu. Di rumahnya, Jos meminta Jub membunuh korban. Masih di rumah Jos, tiba-tiba korban datang dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya dan sempat berbicara dengan kedua pelaku.

Selanjutnya, korban dan Jos menulis surat izin ke pihak sekolah karena tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolah. Usai itu, korban dan kedua pelaku berboncengan pergi ke lokasi kejadian Pasar V, Desa Klambir V, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Setiba di lokasi, Jos dibunuh. Mayatnya dibuang ke parit. Kedua pelaku kabur membawa sepeda motor dan telepon seluler milik korban.

“Ketujuh pelaku kita jerat dengan Pasal 340 Sub 338 Sub 365 ayat (2) ke 4e KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun penjara,” ujar Ronni.

Sebelumnya, masyarakat menduga kejadian ini adalah perampokan yang dilakukan oleh pelaku kriminal jalanan. Perampokan disertai pembunuhan kini kerap terjadi di Kota Medan.

(mei/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*