Hadapi Krisis Pangan, Penduduk Venezuela Alami Peningkatan Obesitas

obePADANGTODAY.com – Kampanye untuk menghentikan epidemi obesitas pun diluncurkan pemerintah pada Selasa (26/08/2014) lalu. Pihak berwenang menganggap obesitas dapat mengancam terjadi krisis kesehatan masyarakat. Obesitas yang tinggi dapat berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dan diabetes.

Advertisements

Pemerintah Venezuela mengalami masalah peningkatan obesitas. Padahal saat ini Venezuela tengah menghadapi krisis pangan. Kurangnya pangan menyulitkan warga mengonsumsi makanan sehat.

Dengan mengusung slogan “Get informed, Eat healthy”, pemerintah Venezuela berharap selama 5 tahun dapat memangkas setengah dari 40 persen tingkat obesitas.

Menurut World Health Organization, 67,5 persen dari warga Venezuela berusia di atas 20 tahun mengalami kelebihan berat badan. Ini lebih banyak dari negara lain di Amerika Selatan dan hampir mendekati 69 persen tingkat obesitas di Amerika Serikat.

Meski begitu, kekurangan makanan sejak tahun lalu membuat banyak keluarga sulit menyajikan makanan sehat. Perusahaan makanan terbesar, Empresas Polar SA, menyebutkan kontrol harga yang ketat dan kelangkaan dollar Amerika membuat sulitnya impor makanan.

Masyarakat Venezuela mengeluh tidak menemukan cukup makanan untuk dikonsumsi. Mulai dari tepung jagung hingga susu semakin sulit ditemui. Ketika barang itu muncul di supermarket, antrean pun mengular.

Ahli gizi juga mengatakan obesitas di Venezuela merupakan imbas dari kelangkaan makanan. Sulitnya menyantap makanan seimbang dan inflasi mencapi 60 persen membuat masyarakat menyantap makanan gorengan atau berbahan tepung untuk mengenyangkan perut. Keluarga berpenghasilan rendah pun lebih sering menyantap makanan cepat saji karena murah.

Sebenarnya di Venezuela gizi sudah meningkat selama 15 tahun terakhir dan lebih banyak masyarakat dapat membeli makan tiga kali sehari.

Untuk mengatasi masalah kekurangan pangan saat ini, pemerintah Venezuela sempat mengumumkan rencana pembuatan scanner sidik jari di supermarket. Mereka juga menjaga pasokan pangan domestik dengan melarang 21 makanan untuk diekspor, termasuk gula, tuna dan beras.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*