Hadapi Tantangan MEA, 400 Orang Pelaku Pariwisata Di Sumbar Lakukan Uji Kompetensi

Fhoto : Asesor penguji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran, fhoto bersama dengan lembaga Raflesia, di Hotel Emersia Senin (19/03/18). (ddy)

Advertisements

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Sekitar 400 orang pelaku pariwisata bidang hotel dan restoran di Sumatera Barat ikuti Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran, Senin (19/03/18) di Hotel Emersia Batusangkar.
Uji kompetensi pelaku pariwisata se Sumatera Barat yang diadakan oleh Lembaga Serifikasi Pariwisata (LSP) Raflesia ini, merupakan salah satu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja Indonesia di bidang Perhotelan maupun Restoran yang mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asian (MEA).
Direktur LPS Raflesia Pungki Nanda Laras kepada awak media mengatakan, laju pesat perkembangan pariwisata akhir-akhir ini, khususnya di Sumatera Barat meningkat tajam. Seiring dengan itu, lanjut Pungki jumlah kunjungan wisatawan lokal dan luar negeri juga meningkat di tempat tempat wisata andalan Sumatera Barat, sehingga mengharuskan memiliki pengiat pariwisata yang andal, khususnya di bidang Hotel dan Restoran.
“Kegiatan ini memiliki tiga tahapan uji yang akan dilalui oleh peserta agar betul betul memahami tentang pariwisata dan memiliki keabsahan atas profesi mereka di industri Hotel dan Restoran. Peserta akan diuji dengan ujian tulis, wawancara dan praktek sesuai bidang masing-masing,” kata Pungki Nanda.
Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 20 Maret ini sebut Pungki, memiliki manfaat satu antaranya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, agar pelaku pariwisata menjawab tantangan masyarakat ekonomi bebas (MEA) yang menuntut membangun SDM yang berkualitas, sehingga membuka arus pasar tenaga kerja profesional.
“Mereka yang memiliki Sertifikat Kompetensi tentunya akan memberikan hasil kepada industrinya karena peraturan pasar bebas (MEA) memberlakukan syarat tentang Sertifikasi Usaha, salah satu persyaratan tersebut yaitu mewajibkan industri tersebut memiliki Karyawan minimal 50% yang telah bersertifikasi,” ujarnya.
Selain Pungki Nanda Laras, uji kompetensi pariwisata bidang hotel dan restoran ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar Edi Susanto, Kabid Tenaga Kerja Dinas PMPTSP dan Naker Tanah Datar Khairul A, undangan serta peserta yang berasal dari pelaku hotel dan restoran se Sumatera Barat.
Sekitar 400 orang yang mengikuti uji sertifikasi ini akan direkomendasikan oleh asesor penguji yang menilai atas kompeten maupun tidak kompetennya peserta.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*