Hama Tikus dan Tupai Faktor Penyebab Gagalnya Hasil Panen

 
PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Hama tikus dan tupai adalah momok yang menakutkan bagi kalangan petani dalam Kabupaten Padangpariaman. Kenapa tidak hama tersebut dapat memiskinan para petani di daerah ini.

Advertisements

Akibat serangan hama ekonomi masyarakat, khusus para petani menurun. Masyarakat petani yang bergantung hidup dari hasil panen tanamannya, mulai dari padi sawah sampai kebun, kalau diserang hama apa yang akan dimakannya.

Sayangnya, hama tersebut hingga kini tidak berhenti menyerang tanaman masyarakat petani. Hama terus merusak tanaman para petani. Bahkan diawal tahun 2015 ini hama tersebut semakin meraja lela memangsa tanaman padi dan kebun kelapa masyarakat.

Meski begitu masyarakat, seperti di Kecamatan Enam Lingkung tidak tinggal diam, hama tersebut dibasmi secara bersama-sama dengan berkerja sama dengan sepihak, mulai dari para pemburu tupai sampai kepada pihak instansi pemerintah yang gencar mengalakan program meningkatkan swassembada pangan.

“Gangguan hama tikus seringkali menjadi faktor penyebab gagal hasil panen petani di Kecamatan Enamlingkung, Kabupaten Padangpariaman,” kata Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Enamlingkung, Kabupaten Padangpariaman, Amril K kepada Padang-today.com, kemarin.

Diakuinya, Hama tikus menjadi hama yang paling dominan merusak padi sawah milik petani di kecamatannya. Hama tikus tidak sekadar merusak padi petani, namun sawah petani bisa terancam gagal panen, jika wabah tikus merebak.

Dirinya mengakui berbagai uyapa telah dilakukan petani untuk mengatasi serangan hama tikus. Namun, upaya ini seolah berbuah maksimal, sawah milik petani masih saja diserang hama tikus.

Di Kecamatan Enam Lingkung lanjutnya, terdapat 1.175 hektar sawah petani yang tersebar. Tanaman padi masyarakat mengalami persoalan serangan hama tikus. Ia menilai, persoalan hama tikus merupakan faktor pengahalang peningkatan hasil produksi sawah petani.

Katanya, pengendalian hama tikus melalui langkah penyempotan racun tikus dan pestisida, masa tanam padi yang serentak yang dilakukan oleh petani, diyakininya dapat mengurangi resiko serangan hama tikus.

“Saya kira demikian, masa tanam yang berbeda tentu hama ini akan berpindah, jika sawah ini yang diutara ditanam, tikus berbondong kesana, semua, jika kita lakukan tanam serentak, tentu ganguan dan serangan hama tikus ini bisa lebih sedikit,” ujarnya.

Menyikapi keresahan petani akan ancaman hama tikus, Kodim 0308 Pariaman memiliki temuan terbaru untuk mengatasi persoalan hama tikus yang kerap dikeluhkan oleh petani. Temuan ini terbilang baru, namun diyakini sangat ampuh mengendalikan serangan hama tikus.

“Hewan itu hidup berkelompok, masing-masing kelompok memiliki batas teritorial tiap-tiap kelompok, tikus dari kelompok lain tidak akan menganggu sawah yang dikuasai oleh kelompok tikus lain, ditandai dengan bau tikus itu. Itulah dasar kita menggunakan teknik ini,” kata Danramil 04 Sicincin, Kapten Irwan Taufik.

Terpisah, Dandim 0308 Pariaman, Letkol Inf Persada Alam dan Bupati Padangpariaman, H. Ali Mukhni akan melakukan panen perdana demplot padi milik kodim 0308 Pariaman di kanagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman minggu ini.

Persada Alam mengatakan, kegiatan panen perdana demplot padi milik Kodim 0308 Pariaman, merupakan rangkaian menuju puncak panen raya yang akan dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo bersama Panglima TNI, Jendral Moeldoko pada 14 Mei 2015 mendatang.

Ia memprediksi, gabah atau padi yang akan dihasilkan dari panen lahan demplot seluas dua hektar itu mampu mencapai 50 ton gabah atau padi. Hal ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan hasil penen masyarakat dengan luas lahan yang sama.

“Kita prediksi penen kita mampu mencapai 50 ton, lebih banyak jumlahnya dibanding dengan hasil panen masyarakat dengan luas lahan yang sama. Kita optimis panen perdana ini, gabahnya bagus,” jelasnya.

Demplot padi yang digagas Kodim 0308 Pariaman ditanami dengan dua jenis bibit padi yang didatangkan langsung dari pulau Jawa. Dua jenis bibit tersebut antara lain, bibit BSM dan bibit legowo berhasil ditanam meskipun adanya berbedaan cuaca antara daerah asal bibit dengan kondisi cuaca di daerah ini.

Kemudian katanya, seratus persen mempergunakan pupuk organik, tidak ada yang kimia. Pupuk tersebut ciptaan dari kodim 0308 Pariaman dan hasilnya cukup bagus.

Lebih jauh Persada Alam menyebutkan, terkait dengan hama tanam, hampir tidak ada hama yang mengancam padi demplot kodim 0308 Pariaman. Penggunaan pestisida alami, seperti roma merupakan kunci sukses bebasnya demplot padi itu dari serangan berbagai jenis hama tanaman padi.

“Kita coba terapkan pestisida alami yang merupakan ujicoba dari anggota kita dan hasilnya cukup bagus. Dari awal tanam hingga umur panen sampai 90 hari, tidak ada serangan hama yang merusak tanaman didemplot kita ini,” tandasnya mengakhiri. (***)

One comment

  1. Dr Agus W. Anggara

    Tikus sawah bisa dikendalikan
    Kami telah berpengalaman mengendalikan hama tersebut lebih dari 15 tahun…dan berhasil
    Saat ini, kami juga menyediakan jasa konsultan, hingga pelatihan dan praktek langsung pengendalian tikus sawah yang ramah lingkungan dengan pendekatan PHTT (pengendalian hama tikus terpadu)
    Beragam metode pengendalian tikus dengan TBS (early trap crop, late trap crop, nursery, full protection), LTBS, fumigasi, dll siap dipraktekkan
    juga tersedia semua sarana pengendalian tikus tsb.
    Apabila berminat, bisa menghubungi 08156071902
    Demikian, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*