Hamas Mendapat Kritikan Dari Presiden Otoritas Palestina

hamaPalestina, PADANGTODAY.com – Seorang pemimpin senior Hamas mengatakan kelompok itu bersedia untuk berbicara langsung dengan Israel, membalikkan larangan sebelumnya.

Komentarnya ini datang dua pekan setelah berakhirnya perang berdarah di Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas sejak 2007. Selama akhir pekan lalu Hamas mendapat kritikan dari presiden Otoritas Palestina yang didukung Barat, Mahmoud Abbas, menempatkan tekanan lebih lanjut terhadap Hamas, setelah kerugian besar-besaran selama pertempuran dengan Israel.

Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev mengatakan dia tidak akan berkomentar sampai pernyataan Abu Marzouk ini disiarkan.

Israel secara konsisten mengatakan tidak akan berbicara langsung dengan Hamas sampai kelompok militan Islam itu mengakui hak Israel untuk eksis dan meninggalkan kekerasan.

Selama wawancara itu, Abu Marzouk tidak memberikan indikasi bahwa Hamas sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah tersebut. Sebaliknya, dia bersikeras alasan untuk perubahan kebijakan tercermin dari meningkatnya ketegangan dengan Abbas, di mana Hamas percaya sedang mencoba untuk merebut kembali kontrol atas Gaza.

“Hamas menemukan fakta sedang dipaksa untuk membuat langkah ini ketika hak alami warga di Gaza berada di bawah tekanan dari Otoritas Palestina dan pemerintah,” kata dia.

Israel dan Hamas telah mengadakan beberapa putaran perundingan tidak langsung melalui mediator Mesir dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait pertukaran tahanan dan perjanjian gencatan senjata.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*