Handy Craft Dorong Ekonomi Kerakyatan, Masyarakat Dilatih Jadi Wirausaha

: Kabid Industri Jevie C Eka Putra diapit Ketua Panitia Toni Harianto dan pemateri dari ISI Padangpanjang Amrizal saat membuka pelatihan Handy Craft di Pondok Disain Promosi Padangpanjang, PADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM—Seiring tuntutan zaman yang berubah dengan krisis ekonomi menggelobal yang menyebabkan terjadinya permasalahan berupa keterpurukan hidup, pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan. Langkah tepat untuk keluar permasalahan itu adalah dengan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk menjadi entrepreneur (wirausahawan).

Advertisements

Menyikapi hal tersebut, Dinas Koperasi Perdagangan Industri (Diskopperindag) dan UMKM Kota Padangpanjang memberikan pelatihan handy craft (kerajinan tangan) selama delapan hari ke depan terhadap 20 peserta dari berbagai kelompok kerja masyarakat di Pondok Disain dan Promosi (Senja Kenangan) mulai Selasa (10/11) kemarin.
Kepala Bidang Industri pada Diskoperindag dan UMKM Padangpanjang, Jevie C Eka Putra menyebut kegiatan pelatihan tersebut bertujuan guna menciptakan daya saing masyarakat dalam menyikapi krisis global ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat akan menimba keahlian handy craft melalui tenaga-tenaga profesional dari enam orang dosen Jurusan Kriya ISI Padangpanjang.
“Harapan kita melalui pelatihan dalam jangka waktu yang cukup panjang ini bisa menciptakan masyarakat handal dalam melahirkan produk kerajinan tangan, sehingga mampu mendorong pendapatan perekonomian. Sulitnya lapangan kerja dan tingginya daya saing pada era demografi ini, salah satu solusinya yakni meningkatkan kemampuan personal untuk menciptakan produk bernilai jual,” terang Jevie.
Pemateri pertama dari ISI Padangpanjang, Amrizal senada menyebutkan kemampuan handy craft sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dijadikan peluang usaha tanpa harus pusing memikirkan modal besar. Dosen Jurusan Kriya dari kampus seni itu mengatakan, hanya dengan bermodalkan kamuan serta kreativitas akan dapat menghasilkan uang cukup lumayan jika mampu memanfaatkan limbah yang tidak terpakai.
“Handy Craft kuncinya terletak pada kemauan dan tingkat kreativitas personal. Tanpa modal banyak dan hanya memanfaatkan limbah atau bahan sisa pakai, bisa mendatangkan uang jika mampu mengolahnya menjadi suatu produk berbentuk souvenir serta peralatan interior. Seperti materi yang akan kami tularkan, peserta nantinya bisa menciptakan produk dengan hanya memanfaatkan sisa potongan kayu, kulit, tembaga, kain dan sebagainya yang sudah tidak terpakai,” tutur Amrizal.
Sementara Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Diskopperindag dan UMKM Padangpanjang, Arfan menyebut pelatihan kali ini akan diisi para narasumber yang berkompeten dengan konsentrasi ilmu masing-masing dari Jurusan Kriya ISI Padangpanjang. Yakni Amrizal (kulit), Riswel Zam (logam), Ferawati (anyaman), Rahmad W (kayu), Alipudin (tempurung art) dan Nofi Rahmanita (tekstil).
“Melalui pelatihan ini, masyarakat kita bisa lebih kreatif dan mampu menggunakan waktu luang mereka untuk membuat berbagai kerajinan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan rumah. Kalau hasilnya bagus dan menarik, tentu bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan baru. Namun demikian, melalui pelatihan ini terpenting itu membentuk keyakinan wirausaha dan kreatifitas masyarakat,” sebut Arfan usai mengikuti peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Kantin Anas Karim.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*