Harga Sembako Tetap Melonjak Meski Pasokan Normal

lPadangpanjang,padangtoday.com—Sudah menjadi tradisi setiap jelang memasuki bulan suci Ramadhan, kenaikan harga sejumlah Sembilan Bahan Kebutuhan Pokok (Sembako) mulai merangkak naik. Hal itu terungkap saat sidak harga Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Disperindag) Kota Padangpanjang bersama tim gabungan di pasar daerah setempat baru-baru ini.

Advertisements

Berbeda dengan situasi biasanya, kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan Sembilan bahan pokok (sembako) terjadi meski stok dan pasokan berada dalam kondisi stabil. Seperti ikan kering jenis teri, cabai dan kacang-kacangan, terjadi kenaikan harga meski tidak terlalu signifikan dalam sepakan terakhir ini.

Sri, 48, pedagang telor di blok G pasar penampungan, mengaku sedikit terjadi kenaikan harga pada telor ayam broeler. Yakni dari Rp1.1200 perbutir naik menjadi Rp1.300 perbutir. Hal ini berbeda dengan nasib telor ayam kampung yang mengalami penurunan harga cuku besar, yakni Rp1.500 perbutir menjadi Rp1.300 perbutir.

“Ke dua jenis telur ini sama-sama stabil dalam ketersediaannya. Namun permintaan telor ayam kampung memang terasa kurang dari biasanya, berbeda dengan daya beli telor ayam broiler yang terasa lebih banyak dari biasanya,” ujar Sri kepada tim yang dipimpin langsung Kadis Koperindag Reflis dan jajarannya.

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah yakni dari Rp35 ribu perkilo naik menjadi Rp40 ribu perkilo. Bahkan kenaikan cukup tinggi terjadi untuk cabe rawit, yang sebelumnya Rp25 ribu perkilogram menjadi Rp35 ribu perkilonya. Kenaikan ini juga disampaikan tidak dikarenakan stok atau pasokan yang menurun.

“Kenaikan cukup tinggi dalam sepekan ini mencapai Rp500 untuk cabai merah dan Rp10 ribu untuk cabai rawit. Harga ini harus kami sesuaikan dengan penjualan agen, meski secara pasokan dan stok tidak terjadi penyusutan,” terang Henra asal Pitalah tersebut kepada tim.

Hal yang sama juga dialami kebutuhan akan ikan kering. Meski pasokan dari Padangpariaman dan Kota Padang sebagai sumber utama distributor untuk Padangpanjang tidak terjadi kelangkaan, namun harga mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Pasokan ikan kering dari Padang dan Lubukalung tidak terjadi kelangkaan. Namun untuk mendapatkannya terjadi kenaikan harga hingga Rp52 ribu perkilogramnya,” sebut Lisna sembari menunjukkan sejumlah yang bernilai jual cukup mahal.

Kepala Diskoperindag Padangpanjang, Reflis usai monitoring harga sembako saat itu menyampaikan sejumlah sembako utama tidak terjadi kenaikan yang berarti. Seperti beras, minya goring, daging sapid an ayam potong masih dalam harga yang stabil. Namun demikian pemerintah kembali akan melakukan monitoring harga setiap pekannya, guna mengantisipasi membubungnya harga di tingkat kebutuhan pokok.

“Kami akan terus pantau kondisi harga sembako, yang biasanya akan meningkat drastis di tengah bulan suci Ramadhan beberapa saat lagi. Salah satu langkah yang mungkin akan kita ambil nantinya dalam pengendalian harga, yakni menggelar operasi pasar jika itu memang dibutuhkan,” jawab Reflis menanggapi kondisi harga saat ini. (nto)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*