Hari Raya Qur’ban Mulai Mendekati Wahid “Sebelum Menyemblih Hewan Qur’ban Periksa Dulu Kesehatannya”

Padang Panjang, Padang-Today.com – Memasuki Hari Raya Qur’ban Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang adakan Sosialisasi Pelaksanaan Hewan Qur’ban Berdasarkan Aspek Keswan, Kesmavet dan Aspek Syariat Islam di Aula Dinas Pangan dan Pertanian, Selasa (7/8).Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka pemotongan Hewan Qur’ban pada Hari Raya Idul Adha 1439 H yang tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018, dan diikuti oleh 84 panitia penyelenggara pemotongan hewan di semua Mesjid dan Mushalla yang ada di Kota Padang Panjang.

Advertisements

kegiatan sosialisai ini mendatangkan narasumber dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat drh. Kamil selaku Kabid. Keswan. Beliau menyampaikan bahwasanya untuk pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan qurban penangannannya harus standar kesehatan hewan dan syariat islam untuk mendapatkan daging qurban yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Jangan asal potong saja, kita harus mengikuti syariat islam karena hewan ini akan dikonsumsi oleh masyarakat banyak,” katanya.

Beliau melanjutkan dari segi kesejahteraan hewan (kesrawan), panitia pelaksana hewan qurban harus mengecek terlebih dahulu kesehatan dan peforma dari hewan qurban yang akan dibeli pastikan tidak sakit dan tidak cacat serta cukup umur dan hal penting yang harus diperhatikan juga yaitu pastikan hewan qurban yang akan kita beli tersebut sudah mendapatkan obat cacing.

“Kita harus membuktikan dahulu apakah hewan itu sakit, kita harus rekomendasi dulu dari dinas terkait atau dari tim pemeriksa kesehatan hewan tersebut,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Wahidin Beruh, menerangkan ketiga ketentuan yang harus menjadi perhatian penyelenggara qur’ban yaitu kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner (produk) dan syariat Islam.

Sebelum membeli sapi, sebutnya panitia qur’ban harus memperhatikan kondisi kesehatan sapi seperti keaktifan bergerak, mata dan bulu mengilap, cara berdiri dan bernafas, nafsu makan, suhu badan dan lainnya.

Kemudian usai penyembelihan panitia qur’ban masih harus memerhatikan kualitas produk karena ada kalanya penyakit tidak terdeteksi dari tampilan luar hewan, terutama jika hewan baru terserang penyakit.

Beberapa organ yang mesti diperiksa yaitu hati, jantung, paru-paru, lambung dan lainnya.

“Jika hewan sudah lama terserang sakit, jelas berpengaruh pada kualitas daging. Namun jika masih baru, cukup organ yang terserang sakit yang dibuang misalnya bagian paru-paru jika terkena pneumonia,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan organ tersebut, akan dibantu pelaksanaannya oleh 32 orang petugas medis.

Di samping pemeriksaan organ, panitia qur’ban juga harus memperhatikan kebersihan daging usai disembelih hingga akan didistribusikan karena kualitas daging dapat berkurang jika tidak ditangani secara bersih.

Beberapa yang perlu diperhatikan, ujarnya, pengemasan daging tidak boleh sama dengan jeroan, dikemas dalam plastik bening dan harus didistribusikan tidak boleh melebihi enam jam setelah dikemas agar bakteri tidak berkembang.

Sementara dari aspek agama terkait tata cara perlakuan pada hewan ketika akan disembelih dan usia sapi dua tahun ditandai dengan telah berganti sepasang gigi.

Panitia qur’ban juga diingatkan dengan peraturan agar tidak menyembelih hewan betina produktif.

“Setiap aspek itu sudah harus dipahami dan diperhatikan oleh penyelenggara qur’ban karena ini adalah produk yang akan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut salah seorang Ustad dari MUI Kota Padang Panjang Sehabuddin, SH.,M.Pd mengatakan, dalam pelaksanaan penyemblihan hewan qur’ban tidak boleh kasar harus sesuai dengan syariat islam.

“Jangan kita asal saja menyeblih hewan, kita harus mengetahui terlebih dahulu cara dan bagaimana penyemblihan hewan dalam islam,” katanya.

Sosialisasi ini diharapkan dalam pelaksanaan pemotongan hewan qur’ban di Kota Padang Panjang sudah sesuai ketentuan dan meningkatnya kesadaran masyarakat baik panitia pemotongan hewan qurban atau peserta qurban untuk tidak memilih atau membeli hewan qurban betina produktif serta memastikan hewan qur’ban yang dibeli dari toke ternak atau penjual ternak lainnya memang benar benar sehat baik darihasil pemeriksaan antemotem dan pemeriksaan posmortem nantinya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*