Harian Umum Rakyat Sumbar dan HI Cabang Bukittinggi Berbagi ke Lansia

Bukittinggi – Hawa di daerah yang berada di kaki Gunung Marapi itu terasa sangat sejuk. Senyum bahagia terlihat dari pemilik, pengelola, pengurus dan para penghuni Panti Asuhan dan Panti Tresnawerda (khusus Lansia) Yayasan Ikhwanus Safa di Lasi Mudo, Kenagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam saat menyambut kedatangan rombongan Harian Rakyat Umum Rakyat Sumbar bersama tim Human Initiative(HI) Cabang Bukittinggi, Kamis (3/6) pagi.

Advertisements

Rangkaian kegiatan penyaluran bantuan Sembako ini berlangsung sekitar tiga jam. Selain menyalurkan bantuan juga dilakukan peninjauan beberapa ruangan panti, di antaranya ruangan lansia Panti Yayasan Ikhwanus Safa ini. Kepedulian terhadap yatim piatu dan kaum dhuafa yang berada di panti tersebut menjadi alasan kegiatan penyerahan bantuan sembako dalam memeriahkan HUT Harian Rakyat Sumbar ke 11 itu dilaksanakan.
Kehidupan yatim piatu dan kaum dhuafa tidak seperti layaknya anak-anak yang masih memiliki orang tua atau masyarakat yang berada. Begitu juga mereka yang lanjut usia (lansia) di usia senjanya justru harus menghabiskan masa tuanya di dalam panti tanpa belaian keluarga dan anak tercinta.

Yayasan Ikhwanus Safa memperlihatkan kepedulian dan rasa cinta yatim piatu, kaum dhuafa dan para lansia itu. Orang-orang yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan tersebut telah dianggap keluarga di Yayasan yang telah berdiri sekitar tahun 1989 ini. Mereka juga mengasuh para penyandang disabilitas.

Pemilik Yayasan Ikhwanus Safa Lasi Mudo Kenagarian Lasi Kecamatan Canduang Hj.Jusni mengatakan panti ini didirikan sebagai bentuk berbagi dan menyantuni orang yang membutuhkan. Perempuan berusia 90 tahun yang biasa dipanggil Umi itu menyebutkan orang tua laki-lakinya dulunya suka membantu serta berbagi dengan anak yatim. Itulah kenapa, akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan Panti Asuhan dan Panti Tresnawerda untuk menyantuni anak yatim dan lansia di dalam dan luar panti.

“Disini, kita menyantuni anak yatim piatu dan dhuafa. Pola asuh yatim piatu di dalam keluarga dan dalam panti. Khusus di dalam keluarga adalah anak-anak dari Kenagarian Lasi. Anak-anak tersebut dibantu sembako. Khusus santunan dari A sampai Z, kami belum mampu,” sebut Umi didampingi cucunya Zul Elfida yang sekaligus pengelola Panti Asuhan dan Panti Tresnawerda Yayasan Ikhwanus Safa bercerita banyak dengan tim Rakyat Sumbar usai kegiatan penyerahan bantuan sembako.

Umi Jusni yang masih terlihat segar dan sehat di usia yang sudah mencapai 90 tahun itu menambahkan, sedangkan, anak di dalam panti berasal dari berbagai daerah seperti Dharmasraya, Batam, Payakumbuh dan Palupuah. Tingkatan sekolahnya ada umur 0, bayi, balita, SD dan SMP. Untuk tingkat lanjut, panti belum mampu.

“Kita masih berharap bantuan masyarakat. Kita juga menyantuni penyandang disabilitas sebanyak 4 orang terdiri dari tuna wicara 3 orang, wajah kembar sedunia (Down Syndrome) 1 orang di dalam panti. Di luar panti, ada cacat lumpuh layu 1 orang, Polio 2 orang dan Down Syndrome 2 orang,”terang Zul Elfida menambahkan.

Ia menyebutkan, jumlah yang dirawat di dalam panti 21 orang dan paling banyak lansia. Sejauh ini selalu ada bantuan dari donatur berupa sembako kepada lansia. “Tanpa ada bantuan donatur, kami di panti tidak bisa bergerak. Orang-orang yang dirawat disini yang sangat mengharapkan bantuan kita bersama,”jelas Zul Elfida.

“Saat kami mulai menerima lansia di panti ini, mereka adalah orang tua kami. Kami baru merasa lega mengelola panti ini, beberapa tahun belakangan. Kita ada bantuan dari donatur seperti beras dan sebagainya baik dari provinsi dan sebagainya. Dinas terkait dari Pemkab Agam juga sering datang ke panti ini,”katanya.

Air mata Umi Jusni dan Zul Elfida tidak terbendung saat mengisahkan masa-masa sulit yang dialami panti, mulai dari persoalan dengan keluarga lansia dan sebagainya. Bahkan, ada keluarga lansia yang jarang menengok ke panti, padahal mereka ada berasal dari keluarga berada.

“Yang lebih menyedihkan lagi, keluarga seperti kurang respon kepada para lansia ini. Mereka jarang melihat atau manyilau orang tuanya ke panti ini. Setelah diantar ke panti oleh anak dan saudaranya, setelah itu tidak ada yang melihat sama sekali, bahkan tidak pernah menghubungi lewat telpon menanyakan keadaanya saudara atau orang tuanya, sedangkan mereka orang kaya dan orang berada, “ jelasnya.

“Namun bagi kami, setelah masuk kemari kami ikhlas merawat dan memperhatikan mereka. Kami juga membuat perjanjian dengan keluarga jika singkat umur dan bagaimananya sudah merupakan tanggungjawab kami dan pihak keluarga tidak akan menuntut,” tambahnya.
Selama panti berdiri sebanyak 33 orang lansia yang tutup usia sudah dikebumikan di panti ini. Para lansia yang dimakamkan disana berasal dari Solo (Jawa Tengah), Medan, Pekanbaru,Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, Bukittinggi dan Agam sekitarnya.

“Apabila Lansia meninggal disini, pihak keluarga yang bersangkutan akan dihubungi, jika tidak ada jawaban atau tidak ada tanggapan maka akan kita makamkan.Di yayasan ini, juga ada pandam pemakaman lansia. Sudah berjumlah 33 orang yang meninggal dan dimakamkan di pandam pakuburan disini, mereka berasal dari berbagai daerah,” jelasnya.

Saat ini lansia yang dirawat di dalam panti tersebut sebanyak 6 orang. Dua orang lansia laki-laki sudah tutup usia, Minggu kemaren. Sekarang, tinggal satu orang laki-laki dari Bandung dan 4 lansia perempuan dari berbagai daerah.

Tim Rakyat Sumbar sempat meninjau ruangan lansia Panti Yayasan Ikhwanus Safa ini. Kehidupannya betul-betul memprihatinkan. Bahkan, kisah seorang lansia laki-laki biasa disapa Pak Uyung dari Bandung juga sangat mencabik-cabik perasaan kita. Ia sudah tidak ingat apa-apa dan susah diajak berkomunikasi.

Namun, Pak Uyung menyebutkan jika ia merasa bahagia di panti dan makanannya enak-enak. Selain itu, para anak yatim piatu dan juga penyandang disabilitas di panti ini sangat senang dan menemukan lagi hidup mereka. Mereka bisa mengaji dan berdoa dengan baik
Sebelum melakukan peninjauan dan bercerita banyak hal dengan pemilik dan pengelola panti, kegiatan penyaluran bantuan dilakukan. Jumlah bantuan sembako kepada Panti Asuhan dan Panti Tresnawerda Yayasan Ikhwanus Safa ini sebanyak 30 paket.

Bantuan tersebut merupakan kolaborasi antara Rakyat Sumbar dengan lembaga Sosial Human Initiative (HI) cabang Bukittinggi. Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Yayasan Ikhwanus Shafa Umi Hj. Jusni beserta cucunya Zul Elfida dan beberapa orang pengurus serta anak panti.

edangkan dari Harian Umum Rakyat Sumbar hadir Manager SDM, Umum dan Keuangan Sherly Shaleni, Manajer Pemasaran Zul Afkar, Penagihan koran dan Iklan Trisna Mutia dan Martha, Redaktur Trisno Edward dan wartawan Bukittinggi/ Agam wilayah Timur Roni Novendra.

Sementara, pihak HI cabang Bukittinggi dihadiir Kepala Program HI cabang Bukittinggi Febriadinata bersama dua orang tim dari HI Kasman dan Yogi.
Redaktur Harian Rakyat Sumbar Trisno Edward pada sambutannya mengatakan bantuan ini merupakan dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun Harian Rakyat Sumbar. Harian Rakyat Sumbar berdiri sejak tahun 2010 pada 1 Juni 2021 telah berusia 11 tahun.

“Di masa pandemi ini, segala aspek kehidupan bahkan sektor perekonomian sangat terpengaruh. Kita berkolaborasi bersama Human Initiative Cabang Bukittinggi membantu salah satu panti yang ada di Kabupaten Agam. Sebelum bantuan ini kami salurkan tim Rakyat Sumbar sudah melakukan peninjauan,” ungkap Edward.

Mewakili Pimpinan Harian Umum Rakyat Sumbar ia mengucapkan terima kasih kepada lembaga sosial HI yang telah ikut memeriahkan Milad Harian Rakyat Sumbar ke 11 tahun dengan saling berbagi.
“Semoga kedepannya kita selalu saling bersinergi dalam menjembati untuk keperluan dan kebutuhan umat,” tukas Edward.

Sementara itu, Febriadinata,Kepala Program di Lembaga Sosial HI mengatakan kolaborasi ini merupakan perpanjangan tangan donatur dari Jepang. Perantau dari Indonesia yang menetap di Jepang tersebut ingin berbagi memberikan bantuan untuk warga kampungnya.

“Warga Indonesia yang berada di Jepang tersebut mempercayakan kepada kami untuk memberikan bantuan ini. Kebetulan saat ini adalah momentum tepat HUT Harian Rakyat Sumbar ke 11 tahun, jadi kita saling bersinergi dalam memberikan bantuan tersebut,” pungkas Feri.

Sedangkan, Kepala cabang HI Bukittinggi Zulfamiadi saat dihubungi menyatakan minta maaf karena tidak bisa hadir dalam kegiatan memberikan bantuan tersebut karena ada kegiatan di Jakarta.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi amal ibadah bagi semua pihak. Selamat Milad ke 11 tahun untuk Rakyat Sumbar, semoga semakin maju dan terus berinovasi,” terangnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*