Hatinya PKK Luar Biasa

ARTIKEL

Advertisements

Oleh:

IRWAN SUWANDISN, S.IP*

Irwan SuwandiSN, SIP

Irwan Suwandi, SIP

Dalam 10 Program Pokok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pangan menduduki urutan ketiga setelah Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, dan Gotong Royong (Goro). Pangan disini bermaksud bagaimana kegiatan PKK mampu menunjang ketersediaan pangan anggotanya. Berbagai program digulirkan, salah satunya adalah gerakan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK.

Pemanfaatan halaman atau lahan pekarangan untuk ditanami tanaman pangan jelas sangat bermanfaat. Dari pada kosong dan tidak produktif, lahan pekarangan lebih baik ditanam dengan tanaman yang bisa memberikan nilai tabah bagi ekonomi keluarga. Besar atau kecilnya lahan pekarangan tidak menjadi persoalan. Medium tanahnya pun tidak menjadi masalah. Jika lahan terbatas dan medium tanah pekarangan tidak ada, maka bisa memanfaatkan medium plastik polibek, atau bahan daur ulang semisal plastik bekas minyak goreng, kaleng cat bekas, drum, dll.

Gerakan Hatinya-PKK menyasar jenis tanaman yang dibutuhkan oleh keperluan rumah tangga sehari-hari. Tanaman dapur hidup seperti tomat, terung, cabe , kunyit, lengkuas, seledri, aneka sayur mayur sayuran, dan sebagainya. Tanaman apotik hidup juga bisa ditanami untuk memenuhi kebutuhan pencegahan dan pengobatan penyakit melalui tanaman herbal, seperti kumis kucing, betadin, kemangi, lidah buaya, dll.

Banyak manfaat yang akan dipetik melalui gerakan Hatinya-PKK ini. Diantaranya adalah Pertama, menghemat pengeluaran harian rumah tangga.

Setiap hari satu rumah tangga akan memproduksi makanan sebagai sumber energi anggota keluarga melalui memasak. Memasak tentu membutuhkan bahan masakan dan bumbu penyedap makanan. Untuk pengadaan bumbu dan bahan masakan tersebut tentu menjadi pengeluaran rumah tangga, sebutlah untuk membeli cabe, tomat, seledri, bawang,dan lain sebagainya. Untuk itu, paling tidak dibutuhkan biaya pengadaannya lebih kurang Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah), angka itu diluar bahan pokok makanan.

Jika semuanya dibeli, maka seorang ibu rumah tangga harus mengalokasikan nominal uang diatas agar masakan bisa dibuat dan dihidangkan. Nah, apabila bahan-bahan bumbu dapur tadi tersedia dipekarangan, maka uang sebesar itu bisa dihemat dan ditabung untuk kebutuhan keluarga yang lain. Bisa kita bayangkan jika satu hari satu rumah tangga bisa menghemat Rp.15.000,-, maka satu bulan nilai penghematan adalah Rp.15.000 x 30 = Rp. 450.000,-. Dalam satu tahun, nilai pengematannya adalah Rp. 450.000 x 12 = 5.400.000,- (lima juta empat ratus ribu rupiah).

Jika ditarik pada skala masyarakat satu kelurahan misalnya Kelurahan Payobasung dimana penulis mengabdi yang memiliki sekitar 500 KK, maka nilai penghematan warga Kelurahan Payobasung dalam satu tahun adalah Rp.5.400.000 x 500 KK = Rp. 2.700.000.000,- (dua milyar tujuh ratus ribu rupiah). Wow! Bayangkan nilai penghematan yang bisa dicapai dalam skala yang lebih luas, apatah lagi dalam skala kecamatan atau kota/kabupaten.

Kedua, Mendorong terciptanya pola hidup dan pola makan sehat. Bahan makanan yang kita ambil dari pekarangan sendiri jelas terjamin kadar kesehatannya. Kita tidak perlu khawatir dengan bahaya pestisida berlebihan atau zat berbahaya lainnya pada tanaman tersebut, karena kitalah yang memeliharanya.

Dewasa ini ada kekhawatiran sebagian orang terkait bahan makanan yang beredar dipasaran. Disamping pemakaian pestisida berlebihan, penggunaan bahan pengawet dan zat kimia berbahaya lainnya sudah lama diributkan orang. Beberapa kasus temuan formalin, boraks dan sejenisnya pada bahan makanan membuat kita “ngeri”mengkonsumsi makanan diluar produksi kita sendiri. Oleh karena itu, tidak ada yang lebih baik dalam mendapatkan suplai bahan makanan selain dari lahan yang kita tanam, olah dan petik sendiri.

Ketiga, menjaga tradisi negara Indonesia sebagai negara agraris. Indonesia sejak lama disebut negara agraris dengan kesuburan tanah dan kekayaan alamnya yang berlimpah. Kata orang, tongkat ditanampun tumbuh menjadi tanaman. Begitu perumpamaan kesuburan tanah air Indonesia. Jadi amat sayang jika karunia luar biasa itu disia-siakan dengan membiarkan bumi Indonesia ini kosong dan tidak produktif. Apatah lagi tanah yang berada disekitar tempat tinggal kita yaitu pekarangan.

Keempat, menjadi laboratorium pendidikan alam buat anak-anak kita. Hatinya-PKK akan menciptakan lingkungan rumah yang asri dan dipenuhi berbagai jenis tanaman. Kita bisa jadikan itu sebagai laboratorium pembelajaran bagi anak-anak kita untuk mengenal alam lebih jauh. Mereka secara teoritis mendapatkan ilmu di bangku sekolah, dan Hatinya-PKK menjadi arena praktikumnya.

Teori membutuhkan praktek. Jika pelajar hanya paham teori tanpa bisa praktek, apalah gunanya ilmu. Seorang anak menguasai teori menanam cabe, tomat atau tanaman lainnya, tetapi selama dia belum pernah mempraktekkannya,maka ilmu itu ibarat tong kosong nyaring bunyinya. Kombinasi penguasaan teori dan praktek lapanganlah yang menjadikan ilmu seseorang utuh dan komprehensif.

Kelima, membantu program penghijauan yang dicanangkan pemerintah. Pekarangan yang hijau tentu akan menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri. Sebagai paru-paru dunia, Indonesia diharapkan mampu melestarikan tanah dan lingkungannya agar tetap hijau. Oleh karena itu, program Hatinya-PKK secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam rangka menjaga dan memelihara agar alam Indonesia.

Barang kali masih banyak manfaat lain yang bisa dipetik melalui gerakan Hatinya-PKK. Yang jelas, ada atau tiada arahan dari pemerintah, masyarakat harus menyadari bahwa sebesar-besar keuntungan yang diraih dalam gerakan Hatinya-PKK ini adalah untuk mereka. Semakin besar perhatian mereka kepada Hatinya-PKK, semakin besar manfaat yang akan mereka peroleh. Hatinya-PKK adalah sebuah gerakan sederhana dengan manfaat luar biasa. Sukses Hatinya-PKK!

* Penulis adalah Lurah Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh

 

BIODATA PENULIS

NAMA                  : IRWAN SUWANDI SN

GELAR                   : SARJANA ILMU POLITIK (S.IP)

TTL                         : SOLOK/ 28 MARET 1982

PEKERJAAN        : PNS/ LURAH PAYOBASUNG PEMKO PAYAKUMBUH

ALAMAT              : JR. TANJUNG TANGAH NAGARI MUNGO KEC. LUAK KAB.LIMA PULUH KOTA

HP                          : 085278209141

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*