Hewan Primata Beruk Menjadi Maskot Pada Ajang Empat Tahunan

Ilustrasi beruk

Ilustrasi beruk

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Panitia pelaksana Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan memutuskan hewan primata beruk menjadi maskot pada ajang empat tahunan itu di Lubuklinggau, 24-30 Mei 2015. Ketua Panitia pelaksana Porprov Sumsel Dhenie Zainal di Palembang mengatakan, primata beruk ini untuk jantan dinamai ‘bujang’, sementara untuk betina dengan sebutan ‘dere’.

“Mengapa dipilih beruk karena hewan ini memang banyak di Lubuklinggau dan juga dapat ditemui di beberapa kabupaten di Sumsel. Selain itu, juga masuk hewan langkah dan dilindungi,” kata Dhenie.

Dia mengemukakan, bagi warga Lubuklinggau, hewan ini demikian familiar karena mendiami Bukit Sulap dan Sungai Kelingi di Lubuklinggau.

“Nanti, Bujang dan Dere akan dibuat semenarik mungkin, rencananya akan dikenakan pakaian adat Sumsel berwarna kuning dengan topi berwarna biru. Kemudian, akan dibuat maskot yang berbeda-beda sesuai dengan cabang olahraga,” kata Wakil Ketua III KONI Sumsel ini.

Untuk pakaian yang dikenakan akan mengandung makna, bijak, perlindungan, inspirasi, spiritual, tenang dan kelembutan, dan dinamis seperti tingkah laku para olahragawan ketika sedang bertanding.

“Dengan demikian menjunjung sportivitas dan semangat persaudaraan yang tinggi. Sementara warna kuning pada tubuh maskot merupakan lambang kejayaan dan kemegahan,” ujar dia.

Kehadiran maskot dalam setiap ajang multi cabang olahraga menurut Dhenni sangat dibutuhkan, selain memberikan semangat juga ajang promosi tuan rumah mengenai ciri khas daerahnya.

Pada PON XV tahun 2004, Sumsel yang menjadi tuan rumah memilih Rimau (harimau), kemudian pada SEA Games 2011 ketika menjadi tuan rumah bersama DKI Jakarta yang terpilih adalah Modo-Modi (komodo).

Kemudian, pada ajang Islamic Solidarity Games 2013 yang terpilih adalah harimau dan ASEAN University Games yang terpilih yakni Bona-Boni.

(eko/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*