Sekdakab Terima Aduan Belasan Hektar Sawah dan Ladang Tak Bisa Digarap

Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota H Yendri Tomas, SE, MM di Masjid Raya Pauah Sangik, Senin (13/6).

Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota H Yendri Tomas, SE, MM di Masjid Raya Pauah Sangik, Senin (13/6).

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Belasan hektar sawah dan ladang masyarakat di Kenagarian Pauah Sangik, Kecamatan Akabiluru tak bisa digarap lagi. Pasalnya, pasca banjir bandang beberapa waktu lalu, belasan hektar sawah dan ladang itu sudah berubah menjadi aliran Sungai Batang Lampasi. Begitu juga sebuah rumah warga, terpaksa ditinggalkan penghuninya karena sudah rusak berat dihondoh banjir.

Hal tersebut diungkap oleh Pejabat Wali Nagari Pauah Sangik Tarmis di hadapan Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota H Yendri Tomas, SE, MM di Masjid Raya Pauah Sangik, Senin (13/6).

“Batang Lampasi yang semula hanya memiliki lebar sekitar 12 meter, sejak dihantam air bah beberapa bulan lalu telah bertambah menjadi 28 meter. Hingga kini sungai itu terus melebar ke sawah dan ladang warga yang berada di sisi,” ungkap Tarmis yang diamini masyarakat.

Bencana awal tahun silam itu juga membuat satu keluarga yang beranggotakan sepuluh orang terpaksa mengungsi dan hingga kini masih menempati pondok berdinding seng dan berlantai palupuah batang pinang. Sebanyak 6 unit rumah warga miskin yang berada di bawah tebing juga terancam tertimbun longsor.

“Kami berharap warga yang terpaksa menghuni pondok kecil itu mendapat perhatian dari Pemkab Limapuluh Kota, termasuk masalah tebing yang rawan longsor dan mengancam enam rumah warga,” papar Tarmis.

Menanggapi kesulitan dan aduan masyarakat itu, Ketua Tim Safari Ramadhan Yendri Tomas menyebut, sengaja datang ke masjid-masijd yang ada di berbagai nagari untuk menjemput aspirasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Berbagai persoalan yang diadukan akan menjadi catatan dan di bawa ke tingkat kabupaten.

“Kita akan membawa berbagai permasalahan ini ke kabupaten untuk berikutnya ditangani SKPD terkait,” papar Yendri.

Ketua Tim Safari Yendri mengingatkan pemerintahan nagari untuk ekstra hati-hati dalam mengelola dana desa yang jumlahnya mencapai kisaran 1 milyar rupiah. Bila tidak mengerti, sebaiknya konsultasi dan berkoordinasi dengan camat dan SKPD terkait.

“Kita berharap tidak ada yang berurusan dengan hukum. Untuk itu kita harus menggunakan dana desa tersebut sesuai dengan aturan. Harus disadari, semua mata akan melihat dan memantau penggunaan dana desa yang besar tersebut,” tegas Yendri.

Menyertai rombongan Tim Safari Ramadhan itu Kepala BPM Kabupaten Limapuluh Kota Syahrial Amri S.Sos M.Si, Kepala BP4K Ir H Deswan Putra MM, staf ahli Taufik Hidayat SE, Sekretaris DPPKAD Yuliasman SE MM, Camat Akabiluru Elsiwa Fajri S.STP, anggota DPRD Marshal B.Ac dan sejumlah staf Pemkab Limapuluh Kota.

Dalam kesempatan itu Yendri juga menyerahkan bantuan lima lembar tikar kepada pengurus masjid setempat.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*