IMF Sarankan Bank Sentral AS Tunda Kenaikan Suku Bunga

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde

Advertisements

Washington, PADANGTODAY.COM-Dana Moneter Internasional (IMF) menyarankan agar bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menunda kenaikan tingkat suku bunga hingga kuartal pertama 2016. Alasannya, Fed harus memastikan dahulu memang ada tanda-tanda kenaikan gaji dan inflasi.

Penilaian ekonomi tahunan dari IMF itu dikeluarkan hari Kamis (4/6/2015) waktu Washington, AS. Laporan IMF tersebut muncul di tengah rencana bank sentral AS menaikkan suku bunganya tahun ini. Di sisi lain, belakangan ini, data ekonomi AS kurang stabil, kadang naik kadang turun, dengan pertumbuhan ekonomi melemah 0,7 persen pada kuartal pertama.

“Berdasarkan perkiraan perekonomian, diperlukan kenaikan pertumbuhan dan inflasi. Karena itu, kenaikan suku bunga seharusnya dilakukan pada semester pertama 2016,” demikian pendapat IMF dalam laporan tersebut.

IMF memperkirakan target inflasi Fed sebesar 2 persen dapat dicapai pada pertengahan 2017. “Kenaikan suku bunga yang lebih lambat akan berdampak pada laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan akan menciptakan laju inflasi lebih cepat seturut dengan target jangka menengah Fed (mungkin lebih dari 2,5 persen),” demikian isi laporan tersebut.

Tingkat suku bunga rendah yang berkepanjangan menyebabkan kenaikan imbal hasil aset di AS walaupun IMF mengatakan bahwa pada saat ini hal tersebut menciptakan kerentanan.

IMF juga memperingatkan, intermediasi migrasi finansial ke lembaga nonbank yang aturannya lebih longgar dan berpotensi menimbulkan kelangkaan likuiditas di pasar surat utang dapat menyebabkan gejolak harga di pasar.

Lembaga multinasional itu menyerukan kepada Komite Pengawas Kestabilan Finansial (FSOC), regulator, bank sentral, dan badan pemerintah lain agar memiliki target finansial yang lebih spesifik lagi. “Setelah koordinasi di antara badan-badan itu membaik, masih diperlukan kejelasan lagi tentang peran dan tanggung jawab untuk sistem lebih luas dan pengelolaan di bawah naungan FSOC untuk kesiapan menghadapi krisis.”

(kompas/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*