Imigrasi: Permintaan Paspor Tinggi, Hanya Bisa Dicetak 40 Sehari

Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Advertisements
Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Tingkat permintaan pembuatan dokumen perjalanan (paspor) Republik Indonesia kian tinggi. Membludaknya masyarakat yang mengurus paspor terlihat jelas. Hanya saja, karena adanya perubahan sistem, maka kantor imigrasi hanya dapat mengeluarkan paspor setiap hanya sebanyak 40 unit.
Karena itu, diminta kepada masyarakat, yang ingin mengurus paspor, harus melengkapi segala persyaratan. Baik yang akan mengurus baru, maupun yang akan memperpanjang. Sebab, kini pengurusan paspor, dapat dilakukan dalam dua kali kunjungan saja.

Hal itu diungkapkan Teguh Cahyono, Kepala Kantor Imigrasi yang diwakili Darman, Kepala Seksi Sarana Informasi Kantor Imigrasi Kelas II Bukittinggi yang berkantor di Baso di sela-sela Sosialisasi Pengurusan Paspor yang digelar di Aula Pertanian Unand Payakumbuh, Kamis (23/4).

Selain Darman, dihadirkan sebagai narasumber, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh, Mediar Indra serta H Darius yang mewakili Kepala Kementrian Agama Payakumbuh. Sementara itu, dihadirkan sebagai peserta, camat, lurah, pihak sekolah, biro perjalanan umrah dan haji Kota Payakumbuh.

Menurut Darman yang pernah bertugas di Pangkal Pinang itu, karena perubaha sistim yang mengharuskan imigrasi hanya dapat mengeluaran paspor terbatas, masyarakat diminta untuk melengkapi segala persyaratan.

“Harapan kita, dengan adanya sosialisasi ini, maka masyarakat memiliki akses untuk bertanya, agar disaat mengurus paspor, tidak datang berulang-ulang yang disebabkan karena ketidaktahuannya. Kalau persyaratan lengkap da verifikasi data sesuai, maka saat itu juga langsung ambil foto dan wawancara. Setelah itu, tinggal datang untuk menjemput paspor tiga hari kemudian,” kata Darman.

Sementara itu, Mediar Indra lebih banya bicara tentang sistim dan mekanisme pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan administrasi lainya yang berkaitan dengan data kependudukan.

”Jika ada masyarakat yang akan mengurus paspor, tentu harus memiliki KTP, KK. Karena itu, mari sejak awal urus (KTP dan KK,red), bagi yang belum memilikinya,” harap Mediar Indra.

Sedangkan Darius, lebih banyak bicara tentang dokumen surat nikah. Sebab bagi yang ingin mengurus paspor, jika diharuskan memiliki surat nikah yang dikeluarkan secara resmi Kemenag.

Terpisah, Wildan Kepala Subseksi Informasi Kantor Imigrasi Kelas II Bukittinggi mengakui, sosialisasi itu diadakan dalam rangka menjalin koordinasi antar intansi pemerintah. Sebab, kantor imigrasi Bukittinggi membawahi wilayahnya untuk sejumlah kabupaten/kota lainnya, seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, LimapuluhKota, Pasaman, Pasaman Barat.

Keharusan pengurusan paspor itu, sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Saat ini, di Indonesia tercatat sebanyak 133 kantor yang melayani dan secara keseluruhan online.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*