INDONESIA POSISI KEDUA DUNIA DERITA TB

Padang,Padang-today.com – Berdasarkan data Program CEPAT (Community Empowerment of People Against Tuberculosis) USAID jumlah penderita penyakit tuberkulosis (TB) Indonesia menempati posisi nomor dua di dunia.

“Tanpa disadari urutan Indonesia berada di posisi dua dunia penderita TB,”kata Advisor Program Cepat TB, Mekkla Thompson di Padang.

Ia menjelaska, hampir setiap tahun muncul 500.000 kasus TB dan lebih 140.000 lainnya meninggal dunia akibat derita TB tersebut.

“Setiap dua menit muncul penderita TB yang menular dan setiap 4 menit seorang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Penyakit itu dapat menyerang siapa saja (tua,muda, laki-laki, perempuan miskin atau kaya) dan dimana saja,”ungkapnya.

Pihaknya melakukan investigasi cepat terhadap penderita TB di tiga provinsi di Indonesia.Khusus di Sumbar enam wilayah menjadi perhatian, yakni Padang, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Kepuluan Mentawai.

“Sasaran, fokus pada populasi rentan yakni orang tinggal di daerah kumuh perkotaan dan daerah terpencil, orang miskin, kontak pasien TB, korban bencana, orang dengan MDR-TB, atau TB/HIV dan orang-orang yang kekurang gizi,”jelas Mekkla Thompson.

Ia mengatakan,Program CEPAT USAID mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk memerangi tuberkulosis (TB) dan meningkatkan akses terhadap diagnosis dini TB dini secara efektif dan cara penanggulangannya.

“Pihak bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah untuk mengurangi ancaman penyakit menular dan memberikan pelayanan untuk mengurangi angka kematian,”katanya.

Program ini akan meningkatkan jumlah penderita TB yang akan dites dan disembuhkan berada atau yang tinggal di daerah kumuh perkotaan, pengungsi dan mobile, yang tidak diasuransikan dan orang-orang dengan kekebalan tubuhnya berkurang akibat kekurangan gizi atau infeksi HIV. “Saat ini sudah terdapat 834 orang kader, Toga sebanyak 225 orang, tokoh agama,”Mekkla Thompson.

Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah menyatakan, saat ini di Kota Padang berdasarkan data ada sekitar ribuan orang penderita TB.

“Tercatat sekitar ribuan orang warga Kota Padang menderita penyakit TB tahun 2016//Sementara itu terduga tahun 2016 tercatat sebanyak 9.641 orang,”katanya.

Ia menjelaskan, penyakit TB  disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis. Kuman ini masuk melalui saluran nafas dan bersarang di jaringan paru-paru sehingga terbentuk suatu sarang yang disebut sarang primer atau afek primer.

“Sarang ini dapat muncul di bagian mana saja di dalam paru-paru. Penyakit ini akan menyerang orang-orang yang memiliki sistem imun yang rendah, pecandu narkoba serta perokok aktif,”ungkapnya.

Lebih dari dua ratusan orang kader TB di Kota Padang untuk melakukan penyuluhan tentang penyakit tersebut serta mengajak warga selalu hidup bersih agar terhindar penyakit TB. Penyakit TB dapat bertahan di lingkungan yang lembab dan kotor.

Warga Padang diminta memeriksa kesehatan diri. TB bisa disembuhkan dengan pengobatan yang berkualitas. Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebar di Kota Padang telah tersedia obat bagi warga terkena penyakit TB.

“Obat tersebut diberikan secara cuma-cuma alias tanpa bayar pada warga terkena penyakit TB//Penderita TB harus rutin minum obat secara teratur selama enam bulan,”jelas Mahyeldi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas