Industri Kerajinan Mungkil Kelapa Menjadi Andalan Sektor Ekonomi Di Kota Pariaman

Pengrajin Mungkil kelapa sedang beraktifitas mengelolah mungkil kelapa.

Pengrajin Mungkil kelapa sedang beraktifitas mengelolah mungkil kelapa.

Advertisements

Pariaman, PADANGTODAY.com-Klaster Idustri kecil dan kerajinan di Kota Pariman semakin berkembang salah satunya kerajinan sulaman merupakan salah satu adalan sektor ekonomi di Kota Pariaman. Bicara tentang kerajianan, Kota Pariaman mempunyai kerajinan dari kelapa, salah satunya pengolahan Mungkil kelapa di Desa Talago Sariak Kecamatan Pariaman Timur.

Sebut saja Buter (50) bapak separoh baya ini untuk menambah pendapatan keluarganya dengan mengembangkan pengolahan mungkil kelapa di rumahnya Desa Talago Sariak. Mulai dari bahan baku sampai pengolahan ia kerjakan sendiri.
“Bahan baku dari ampas kelapa dan diolah menjadi minyak jelanta dan Pelet makanan ayam,” ungkap Buter ketika menjawab www.padang-today.com Senin, 24/08/2015 di Talago Sariak.

Katanya, untntuk membuka usaha pengolahan mungkil kelapa ini sudah dirintis semenjak tahun 2010 sampai sekarang. Sedangkan bahan bakunya didapat dari ampas kelapa yang dibeli dari masyarakat, jelasnya.

Dijelaskan, ampas kelapa yang di beli dari masyarakat, ampas yang sudah kering dengan harga Rp.1.500 perkilo. Sedangkan ampas yang basah sangat murah dibandigkan dengan ampas kering, ungkap Buter.

“Kita membeli bahan baku ampas kelapa dari masyarakat dengan harga bervariasi, ampas kering lebih mahal dari ampas basah,” ujarnya.
Usaha rumah tangga ini, tambah Buter, untuk menambah pendapatan keluarga. Pengolahan mungkil kelapa ini menghasilkan 100 kilo per hari minyak jelanta, dan untuk pelet makanan ternak menghasilkan 500 kilo perhari.
“Ampas kelapa kering dipress melalui mesin, dan mengeluarkan minyak, sedangkan ampas yang sudah dipress tersebut diolah menjadi makanan ternak,”ujar Buter.

Ditempat terpisah, Sulaiman (43) salah satu pengerajin Tikar Ruyuang dari batang kelapa di Sungai Pasak, Pariaman Tengah, mengatakan, usaha pembuat tikar dari batang kelapa ini sudah dimulai semenjak tahun 2013. Saat ini usaha tersebut sedang berjalan lancar.

“Saat ini kami telah mencoba memasarkan produk tikar ruyuang ini ke hotel-hotel,” ungkap Sulaiman.

Melalui keterampilan usaha kerajinan inilah ia dapat menambah pendapatan keluarganya. Usaha kerajianan rumah tangga yang dimiliki ini, bisa menghasilkan uang untuk pendapat keluarga.

Kota Pariaman merupakan daerah pariwisata, usaha kerajianan masyarakat sangat potensial dan berkaitan erat dengan pariwisata. Jika usaha kerajinan diembangkan secara maksimal bisa menanggulagi kemiskinan karena membuka lapanagan kerja bagi masyarakat lokal dan penghasilan tambahan unntuk usaha keluarga.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*